Eksbis

Buyer Toco Nilai Biaya Parkir Rp2.000 Lebih Ringan dan Transparan, Sekaligus Dukung UMKM

×

Buyer Toco Nilai Biaya Parkir Rp2.000 Lebih Ringan dan Transparan, Sekaligus Dukung UMKM

Sebarkan artikel ini

Sinarmerdeka.co – Marketplace lokal Toco (Toco.id) terus menunjukkan pertumbuhan positif, tidak hanya dari sisi penjual (seller), tetapi juga dari tingkat kepuasan pembeli (buyer).

Berdasarkan hasil wawancara terhadap sejumlah pengguna aktif, kebijakan biaya layanan tetap (Biaya Parkir) yang dibebankan hanya kepada pembeli sebesar Rp2.000 per transaksi dinilai ringan, transparan, dan memberikan dampak positif bagi ekosistem UMKM.

Berbeda dengan platform lain yang menerapkan biaya admin berbasis persentase, Toco menghadirkan pendekatan sederhana melalui biaya tetap. Hal ini dirasakan langsung oleh para pembeli.

Ronaldo, pelanggan dari toko Cryotech Card Company, mengungkapkan bahwa meskipun awalnya tidak menyadari adanya biaya tambahan tersebut, ia menilai nominal Rp2.000 tetap tergolong ringan.

“Untuk saya ini termasuk ringan, dan saya merasa lebih mendukung UMKM dengan sistem seperti ini,” ujarnya.

Ia sendiri tercatat telah melakukan hingga 12 kali transaksi dengan total pembelian mencapai lebih dari Rp3,2 juta.

Hal serupa disampaikan oleh Dea Putri, pelanggan setia buyer kategori fashion.

Ia mengaku sudah mengetahui adanya biaya tersebut sejak awal dan menganggapnya lebih ringan dibanding platform lain.

“Terasa lebih ringan, dan tetap sepadan dengan pengalaman belanja yang didapat,” jelasnya.

Sementara itu, James Daniel Pranata, buyer aktif sekaligus seller di Toco, menilai bahwa skema biaya parkir ini merupakan keunggulan tersendiri.

“Lebih ringan, dan jelas mendukung ekosistem penjual. Saya sendiri sudah melakukan sekitar 9 kali transaksi dengan nilai total sekitar puluhan juta rupiah,” ungkapnya.

Dari sisi transparansi, sebagian besar pembeli menyatakan informasi biaya sudah cukup jelas, meskipun ada beberapa yang mengaku belum sepenuhnya menyadarinya saat transaksi berlangsung.

Namun demikian, hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam pengalaman berbelanja.

Ahmad Zaki, pembeli kategori aksesori, mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu mempermasalahkan biaya parkir tersebut.

“Saya tidak terlalu aware karena memang tidak keberatan. Selama pengalaman belanja nyaman, itu sudah cukup,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa biaya tersebut terasa sepadan, terutama untuk pembelian dalam jumlah besar.

Menariknya, biaya tetap ini juga mendorong perilaku belanja yang lebih efisien. Beberapa buyer mengaku cenderung menambah jumlah barang dalam satu transaksi untuk memaksimalkan biaya yang sudah dikeluarkan.

Dari sisi kategori produk, pembelian di toco cukup beragam, mulai dari kebutuhan harian, fashion seperti tas wanita, hingga produk hobi seperti kartu koleksi dan aksesori airsoft. Untuk pengiriman, mayoritas buyer masih mengandalkan jasa ekspedisi populer seperti JNE, POSAja dan layanan instan seperti Gosend.

Secara keseluruhan, hasil wawancara ini menunjukkan bahwa pendekatan biaya parkir Rp2.000 tidak hanya diterima dengan baik oleh pembeli, tetapi juga memperkuat positioning toco sebagai marketplace yang berpihak pada UMKM.

Dengan skema 0% komisi untuk penjual, buyer merasa kontribusi mereka secara langsung membantu keberlangsungan usaha para pelaku UMKM di Indonesia.

Ke depan, Toco diharapkan terus meningkatkan transparansi, pengalaman pengguna, serta memperluas ekosistem agar semakin banyak buyer dan seller yang merasakan manfaatnya.