SINARMERDEKA.CO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Kotaagung, Jumat (31/7/2026), untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk membeli berbagai bahan pokok bersubsidi. Masyarakat tampak mengantre secara tertib di sejumlah stan penjualan yang disiapkan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama instansi terkait.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Tanggamus menyediakan 2.000 kilogram beras SPHP, 1.200 liter minyak goreng Minyakita, 100 kilogram gula pasir Manis Kita, serta 100 kilogram telur ayam.
Kepala Diskoperindag Tanggamus Andi Dermawan mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Tanggamus,” kata Andi.
Tentunya dalam program tersebut, beras SPHP kemasan lima kilogram dijual seharga Rp58 ribu per kemasan dengan batas maksimal dua kemasan per pembeli. Minyakita dijual Rp15.500 per liter dengan pembelian maksimal dua liter, gula pasir Manis Kita Rp17.500 per kilogram dengan batas satu kilogram, sedangkan telur ayam dijual Rp25 ribu per kilogram dengan pembelian maksimal dua kilogram.
Andi berharap masyarakat memanfaatkan program tersebut secara bijak sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh warga yang membutuhkan.
Gerakan Pangan Murah turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, Kasat Pol PP Ricardo Putra Yasa, Kabag Ekonomi dan Pembangunan Evi Silvia, Kabid Perdagangan Syaifudin Juhri, serta sejumlah pejabat terkait.
Kabag Ekonomi dan pembangunan Evi Selvia SH.MM menyebutkan adanya Program tersebut menjadi salah satu strategi Pemkab Tanggamus dalam mengendalikan inflasi daerah,
“Adanya gerakan pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat, dan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman di tengah fluktuasi harga pasar. Pungkas Evi Selvia.













