JAKARTA – Pangan Rahayu Sentosa (Parantos), di bawah naungan PT Inkubator Bisnis UMKM (IBU) dan Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG), kini resmi berstatus badan hukum Perseroan Terbatas (PT).
Prosesi penyerahan berkas administrasi dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pengembangan Bisnis dan Manajemen (STIE-PBM) yang juga Kantor PT IBU Cililitan, Jakarta. Jumat (26/9). Hadir dalam penandatanganan itu Direktur Utama PT IBU Ade Kurnia, Direktur Operasional PT MRH Bayu Marahimin, serta Direktur Operasional PT DGI Kusnanto.
Manajemen menempatkan Rafli Arya Subagja sebagai Direktur Utama Parantos. Perusahaan tersebut didirikan dengan misi menyediakan bahan baku murah bagi anggota koperasi dan masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Direktur Utama PT IBU Ade Kurnia menegaskan, berdirinya Parantos dalam bentuk PT menjadi tonggak penting pengembangan usaha. “Kami ingin menghadirkan ekosistem bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tapi juga memberi dampak sosial bagi anggota koperasi dan masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Parantos Rafli Arya Subagja menuturkan, pihaknya siap membawa Parantos masuk ke sektor teknologi baru. “Kami akan fokus mengintegrasikan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan ke dalam model bisnis. Tujuannya agar Parantos mampu bersaing secara global sekaligus tetap berpijak pada kebutuhan lokal,” jelasnya.
Tak hanya bergerak di sektor pangan, Parantos juga mengembangkan teknologi blockchain. Fokusnya mencakup implementasi smart contract hingga perancangan infrastruktur blockchain publik maupun privat (KBLI 6615, 62014).
Selain itu, Parantos menggarap bidang kecerdasan artifisial (AI). Aktivitasnya antara lain konsultasi, analisis, hingga pemrograman berbasis machine learning, natural language processing, dan expert system (KBLI 62015).
Parantos juga menambah lini usaha dengan jasa penyelenggara pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran (MICE) yang telah mengantongi KBLI 82301.













