simer
Eksbis

Wakil Sekretaris KMP ADNG Belajar Ekosistem Digital di Xiong’an

×

Wakil Sekretaris KMP ADNG Belajar Ekosistem Digital di Xiong’an

Sebarkan artikel ini

XIONG’AN – Wakil Sekretaris Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG), Mochamad Nuruddin, berkesempatan mengunjungi fasilitas teknologi milik China Unicom di Xiong’an New Area, Hebei, Jumat (26/9/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia–China Young Leaders Training Program (ICYLTP) 2025.

Dalam lawatannya, Nuruddin melihat langsung aktivitas di China Unicom Xiongan Industrial Internet Co., Ltd. Unit tersebut berperan mengoordinasi tim inovatif dan sumber daya digital, mulai dari cloud computing, big data, Internet of Things (IoT), hingga industrial internet.

Selain itu, ia juga meninjau Unicom Xiongan Industrial Internet Research Institute. Lembaga ini menjadi pusat riset dan konsultasi tingkat atas yang fokus pada teknologi komunikasi, 5G, kecerdasan buatan (AI), hingga penerapan kota pintar (smart city) dan pemerintahan digital.

“Pengalaman ini sangat berharga. Saya melihat bagaimana integrasi teknologi mampu mempercepat pembangunan kota modern. Bagi saya pribadi, ini menjadi inspirasi bahwa koperasi aset digital di Indonesia juga bisa membangun ekosistem yang serupa, tentu dengan menyesuaikan kebutuhan lokal,” kata Nuruddin.

Ia menambahkan, transformasi digital yang dilakukan China Unicom memberi gambaran nyata peran teknologi dalam memperkuat kolaborasi ekonomi. “Koperasi harus hadir sebagai wadah gotong royong yang memanfaatkan big data dan platform digital. Dengan begitu, anggota koperasi bukan hanya pengguna, tapi juga pemilik dari aset digital yang dikelola bersama,” jelasnya.

Seperti diketahui, Xiong’an New Area dibentuk pada 2017 untuk mendukung pemerataan pembangunan di Tiongkok sekaligus memindahkan sebagian fungsi non-ibu kota dari Beijing. Kawasan ini digadang sebagai model kota pintar dengan infrastruktur digital berkelas dunia.

Langkah China Unicom memperkuat posisinya di Xiong’an dianggap sejalan dengan ambisi pemerintah Tiongkok membangun pusat ekonomi modern berbasis teknologi tinggi.