- JAKARTA – Wakil Sekretaris Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG), Mochamad Nuruddin, resmi menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam ajang prestisius Indonesia–China Young Leaders Training Program (ICYLTP) 2025.
Pria yang akrab disapa Nurdin itu dikenal aktif di berbagai organisasi kepemudaan. Saat ini ia juga duduk sebagai pengurus Dewan Pusat Forum Kewirausahaan Pemuda Indonesia. Selain itu, Nurdin mengelola usaha di bidang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia dengan bendera Rumah SDM Indonesia, yang telah berdiri sejak 2020.
Nurdin menegaskan, keikutsertaannya di program ini bukan semata untuk menimba ilmu, melainkan juga membawa misi besar. “Saya ingin lebih memahami budaya Tiongkok dan perkembangan ekonominya yang berbasis digital. China kini tumbuh menjadi pusat industri global yang mampu memasok produk ke seluruh dunia,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman internasional yang akan diperoleh dapat memberikan kontribusi nyata. “Pengetahuan dan jejaring yang saya dapatkan bisa memperkuat ekosistem kewirausahaan pemuda nasional di Indonesia,” tambahnya.
Program ICYLTP 2025 sendiri merupakan proyek percontohan bilateral yang fokus pada inovasi pemuda dan ekonomi digital. Para delegasi tidak hanya mengikuti sesi pelatihan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan pertukaran budaya yang dirancang interaktif.
Dengan semangat muda, Nurdin siap mengibarkan nama Indonesia di kancah internasional. “🚀 Saya siap memulai Indonesia–China Young Leaders Training Program 2025!” tegasnya penuh optimisme.
Menurut Nurdin, kehadiran koperasi dalam program ini juga sangat penting. “Koperasi menjadi salah satu instrumen ekonomi kerakyatan yang bisa kita perkenalkan di forum internasional. Model bisnis koperasi Indonesia, jika dikombinasikan dengan inovasi digital, akan menjadi kekuatan baru di era ekonomi modern,” ungkapnya.
Ia menambahkan, koperasi memiliki nilai gotong royong yang bisa menjadi jembatan kerja sama dengan berbagai pihak. “Di Tiongkok, kita bisa belajar bagaimana ekosistem digital mereka tumbuh pesat. Sementara dari Indonesia, kita bisa membawa nilai solidaritas dan kebersamaan melalui koperasi. Ini sinergi yang saling menguatkan,” jelasnya.
Nurdin optimistis keterlibatan koperasi dalam program ini akan memberikan dampak luas. “Saya percaya, koperasi bukan hanya urusan internal Indonesia. Melalui forum ini, kita bisa menunjukkan bahwa koperasi adalah model ekonomi inklusif yang relevan untuk dunia,” pungkasnya.













