Kemenpora Dorong Edukasi Suporter demi Industri Olahraga
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama I.League menggelar Edukasi Suporter Sepakbola tahap dua di Hotel Front One, Bandung, Senin, 11 Agustus. Acara ini menjadi tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, khususnya Pasal 55 terkait pembinaan suporter.
klik di sini untuk cep update cuaca hari ini
Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Raden Isnanta, membuka forum dengan mengajak peserta menyampaikan masukan. “Kita ingin menyamakan prinsip dan persepsi antara penyelenggara pertandingan, PSSI, PT LIB, klub, komunitas, hingga aparat. Semua demi kemajuan sepakbola Indonesia,” ujarnya.
Suporter sebagai Aset Ekonomi Olahraga
Isnanta optimistis kegiatan ini akan menggerakkan perputaran ekonomi Liga Sepakbola Indonesia. Data mencatat, Viking memiliki 25.000 anggota, Bobotoh Maung Bandung Bersatu 5.000 anggota, dan The Bobotoh Maung Bandung Sejati 3.000 anggota. Jumlah besar ini dinilai punya potensi mendongkrak UMKM dan industri olahraga secara signifikan.
Target Industri dan Tata Kelola Suporter
Asisten Deputi Olahraga Profesional Kemenpora, Yusup Suparman, menegaskan pentingnya legalitas kelompok suporter. “Kelompok harus berbadan hukum yang terdaftar di I.League. Dengan begitu, hak seperti perlindungan hukum, pembinaan, dan dukungan bisa diberikan,” jelasnya. Yusup menyebut, dalam satu musim kompetisi, perputaran ekonomi Liga Sepakbola Indonesia bisa mencapai Rp10,5
triliun.
baca juga :Comeback PSG Rebut Piala Super UEFA
Masukan dan Tantangan di Lapangan
Forum ini juga menjadi wadah kritik dari perwakilan suporter fanatik Persib Bandung. Mereka menyoroti harga tiket yang tinggi dan mekanisme penonton tandang. Tenaga Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Brigjen Raden Slamet Santoso, mengingatkan pentingnya mempertimbangkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dalam setiap pergerakan suporter.
“Kepolisian berhati-hati mengeluarkan izin, tak hanya saat pertandingan, tapi juga selama perjalanan suporter ke lokasi,” tegas Slamet.












