simer
Headline

Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Tahap Ketiga Fokus Cegah Karhutla Gambut

×

Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Tahap Ketiga Fokus Cegah Karhutla Gambut

Sebarkan artikel ini

PekanbaruOperasi Modifikasi Cuaca di Riau memasuki tahap ketiga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bergerak cepat sejak 10 Agustus 2025 untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyebut analisis terbaru menunjukkan curah hujan rendah, suhu udara tinggi, dan kelembapan gambut kritis. Kondisi itu memicu potensi karhutla hingga awal Agustus. “Data cuaca akurat harus terpadu dengan eksekusi cepat. Setiap sorti penerbangan wajib tepat waktu dan sasaran,” ujarnya.

Data lapangan mencatat, Juli 2025 terjadi 142 kejadian karhutla dengan luas 1.768 hektare. Hanya sembilan hari pertama Agustus, angka melonjak menjadi 93 kejadian dengan luas 1.150 hektare.


Tahapan dan Pendanaan

OMC di Riau terbagi tiga tahap: 1–12 Mei 2025, 21 Juli–9 Agustus 2025, dan tahap ketiga pada 10–20 Agustus 2025. Tahap terbaru mendapat dukungan penuh pembiayaan dari Kementerian Kehutanan. Kesepakatan teknis  tersepakati pada 25 Juli 2025 antara Ditjen Penegakan Hukum Kemenhut dan BMKG.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Thomas Nifinluri menegaskan, OMC menjadi strategi pencegahan yang harus terlaksana lintas sektor. “Kita memastikan lahan tetap basah agar api tidak tumbuh,” tegasnya.


Strategi Teknis di Lapangan

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan fokus operasi pada awan potensial di gambut kritis. Tim memprioritaskan area berkelembapan rendah dan potensi pembakaran tinggi. “Tidak semua awan bisa dipicu hujan. Kondisi atmosfer harus ideal,” jelasnya.

Hingga 12 Agustus, empat sorti penerbangan dengan 3.200 kilogram bahan semai NaCl. Targetnya menaikkan kelembapan tanah dan muka air gambut di atas –40 cm. BNPB menggabungkan strategi udara dan darat agar hujan buatan jatuh tepat di lokasi rawan kebakaran.


Perluasan Operasi

Selain Operasi Modifikasi Cuaca di Riau, langkah serupa terjadi di Jambi dengan dukungan PT. WKS. Kalimantan Selatan menyusul dengan pendanaan dari Kementerian Lingkungan Hidup. BNPB menyiapkan rencana perpanjangan di Kalimantan Tengah dan perluasan ke Kalimantan Barat jika titik panas meningkat.


Target dan Manfaat

Pemerintah menargetkan penurunan kasus karhutla jelang puncak kemarau Agustus. Operasi ini juga akan menjaga kualitas udara, melindungi kesehatan warga, dan mempertahankan ekosistem gambut. Kolaborasi ini melibatkan Kemenhut, BNPB, BMKG, TNI AU, KLHK, dan Pemprov Riau.