Eksbis

KMP ADNG Bentuk Kepengurusan JawaTengah ini pesan Ketua Umum Rizki Adam

×

KMP ADNG Bentuk Kepengurusan JawaTengah ini pesan Ketua Umum Rizki Adam

Sebarkan artikel ini

Cilacap – Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG) terus memperluas jaringannya di Jawa Tengah. Sabtu (18/10), koperasi yang fokus pada pengelolaan aset digital dan ekonomi kerakyatan ini resmi membentuk kepengurusan di tingkat provinsi hingga kecamatan.

 

Acara berlangsung hangat di Rumah Makan Sudi Mampir, Cilacap. Selain pelantikan pengurus baru, kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi program KMP ADNG dan pengenalan minyak Vege Token, salah satu produk digital unggulan koperasi.

 

Budi Wahyono, yang akrab disapa Master Wahyu Kencana Lima, terus mendorong pembentukan kepengurusan se-Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Cilacap. Kepengurusan KMP ADNG Cilacap kini dipimpin Sri Herlina sebagai ketua, Siti Amungalia sebagai sekretaris, dan Nafsia sebagai bendahara.

 

Ketua Umum KMP ADNG, Assoc. Prof. Adv. Capt. Rizki Adam, Ph.D, menegaskan pentingnya literasi digital di kalangan anggota. “Kami ingin setiap anggota, mulai dari tingkat provinsi hingga kecamatan, benar-benar memahami bisnis aset digital yang kami jalankan,” katanya.

 

Rizki Adam menambahkan, “Pembentukan kepengurusan di tiap daerah bukan sekadar formalitas. Ini bagian dari strategi kami agar masyarakat mengenal peluang ekonomi digital secara langsung.”

Ketua Koperasi Multi Pihak Aset Digital  Nusantara Garuda (KMP ADNG), Assoc. Prof. Adv. Capt. Rizki Adam, Ph.D.,
Nusantara Digital Assets Multi-Party Cooperative (KMP ADNG). Its chairman, Assoc. Prof. Adv. Capt. Rizki Adam, Ph.D.,

 

Lebih lanjut, Rizki menjelaskan, “Produk digital seperti Vege Token bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi bagi anggota. Dengan pemahaman yang tepat, anggota bisa memanfaatkan aset digital ini untuk kesejahteraan bersama.”

 

Dia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan. “Kami akan mengadakan pelatihan dan sosialisasi secara rutin. Literasi digital adalah kunci agar anggota tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengelola aset digital yang cerdas.”

 

Rizki menutup pernyataannya dengan optimisme, “Target kami adalah sampai tingkat kecamatan pun, anggota KMP ADNG bisa berpartisipasi aktif dan memahami setiap program yang kami jalankan. Dengan begitu, koperasi ini akan benar-benar menjadi milik bersama dan bermanfaat bagi masyarakat.