Serang – Koperasi Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG) Provinsi Banten membuat gebrakan baru dengan mendorong UMKM naik kelas. Langkah ini dilakukan agar pelaku usaha mikro tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Ketua KMP ADNG Banten, H. Ahmad, menegaskan pihaknya berkomitmen penuh membangun fondasi UMKM di Banten. “Kita ingin UMKM tidak sekadar jalan di tempat. Melalui koperasi, kami dorong mereka naik kelas dengan pelatihan, pendampingan, dan akses pasar digital,” ujarnya.
Sekretaris KMP ADNG Banten, Bunda Lia, menambahkan bahwa digitalisasi menjadi pintu masuk agar UMKM lebih berdaya saing. “Pelaku usaha lokal butuh dukungan teknologi. Kami fasilitasi agar produk mereka bisa masuk ke marketplace, bahkan hingga ekspor,” kata Bunda Lia.
Sementara itu, Bendahara KMP ADNG Banten, Bunda Inces, menekankan pentingnya dukungan permodalan. “Kami tidak ingin UMKM kesulitan modal. Koperasi hadir untuk memberi akses pembiayaan yang sehat, sekaligus menguatkan kemandirian anggota,” ujarnya.
Ketua Umum KMP-ADNG, Assoc. Prof. Adv. Capt. Rizki Adam, PhD, menyambut positif gebrakan yang dilakukan di Banten. “Gerakan UMKM naik kelas ini menjadi bukti nyata bahwa koperasi bukan sekadar wadah simpan pinjam. KMP ADNG hadir untuk membangun ekosistem bisnis modern, sekaligus menjaga kemandirian ekonomi bangsa,” tegasnya.
Gebrakan ini menjadi sinyal bahwa KMP ADNG Banten serius memperkuat ekonomi kerakyatan lewat koperasi digital. Harapannya, UMKM di Banten bisa bertransformasi, bukan hanya naik kelas, tetapi juga masuk ke rantai pasok nasional dan global.












