SINAR MERDEKA.CO–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung menangani sebanyak 408 pasien
yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) selama Januari sampai Desember tahun 2024.
“Dalam kurun tahun 2024, Dinkes Tanggamus menangani pasien dengan kasus DBD sebanyak 408,
yang tersebar di seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Tanggamus,” kata Kepala Dinkes Tanggamus Taufik Hidayat dihubungi, Sabtu.
Taufik menjelaskan seluruh pasien sudah ditangani dengan baik, dan tidak ada kasus kematian akibat penyakit demam berdarah dengue di Kabupaten Tanggamus.
Selain itu dirinya, mengaku pihaknya selama ini terus berupaya untuk melakukan pencegahan dan penanganan terhadap pasien penyakit DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti.
Untuk itu, Taufik menerangkan untuk mencegah banyaknya warga yang terserang penyakit DBD, Dinkes Tanggamus terus mengimbau warga dan meminta masyarakat lebih berperan aktif dalam melakukan pencegahan.
“Dalam penanganan DBD tidak cukup dari pemerintah saja, peran masyarakat sangat dibutuhkan sebagai upaya pencegahan. Salah satunya dalam hal menjaga kebersihan lingkungan,” kata dia.
Dirinya, menuturkan upaya yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dalam rangka menekan peningkatan kasus DBD
Dan ini adalah dengan selalu mengingatkan masyarakat melalui puskesmas untuk bersama-sama melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),
dengan 3M menguras, menutup dan mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk aedes aegypti.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan penanganan untuk memberantas sarang nyamuk dan gencar melakukan sosialisasi tentang penerapan hidup bersih dan sehat,
serta melakukan fogging atau pengasapan secara berkala untuk membunuh nyamuk penyebab DBD.
Apabila masyarakat ada yang mengalami panas, demam tanpa sebab yang jelas agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Tentunya ada gejala demam dan setelah berobat tidak ada perubahan segera datang kembali ke pelayanan kesehatan terdekat untuk diperiksa lebih lanjut apakah terkena DBD, apalagi di sekitar tempat tinggal sudah ada yang terkena DBD,” ujarnya.***












