SINARMERDEKA.CO-Dibulan Febuari ini nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar AS hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin, 9 Februari 2026.
Lebih mengacu pada data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,42 persen atau 71 poin menjadi Rp16.805 per dolar AS.
Untuk nilai tukar rupiah menguat di tengah penantian pelaku pasar terhadap data ekonomi AS yang akan rilis pekan ini.
“Fokus pasar tertuju pada data penggajian non-pertanian bulan Januari 2026, yang akan dirilis pada hari Rabu,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Senin, 9 Februari 2026.
Data lainnya yang akan dicermati pasar adalah data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis hari Jumat.
“Data-data tersebut akan dipantau untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai suku bunga,” ucapnya.Di sisi lain, tambah Ibrahim, pasar masih mengukur prospek kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.
Sosok calon kuat Ketua the Fed pilihan Presiden Trump. Dari aspek geopolitik, pasar untuk sementara bisa bersikap tenang melihat proses perundingan Iran-AS di Oman.
Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan ke putaran berikutnya.
Di dalam negeri, Ibrahim mencermati pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait target penerimaan pajak.
Menkeu optimis penerimaan pajak tahun 2026 bisa melampaui target APBN sebesar RP2.357,7 triliun.
“Padahal basis pertumbuhan penerimaan pajak tahun 2025 rendah, terjadi shortfall sebesar Rp271,7 triliun. Artinya, basis pertumbuhan pajak yang harus dikejar tahun ini lebih tinggi, yakni sebesar 22,9 persen,” ujar Ibrahim.
Dengan kata lain, pemerintah harus mengejar tambahan setoran Rp440,1 triliun untuk mencapai target penerimaan pajak tahun 2026.
Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Januari 2026 berada di level 127, tertinggi dalam setahun terakhir.
“IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga.
IKK di atas 100 menunjukkan kepercayaan konsumen berada di zona optimis atau di atas nilai acuan,” kata Ibrahim menutup analisisnya.












