SINARMEREKA.CO – Berbagai sorotan publik yang sempat mengiringi nama Andi Darmawan ternyata tidak menghalangi langkahnya menuju kursi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.
Setelah dinyatakan lulus Uji Kompetensi (UKOM) dan Pertimbangan Teknis (Pertek) Badan Kepegawaian Negara (BKN), Andi Darmawan yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Tanggamus resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan oleh Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi, Kamis (25/6/2026).
Sebelum pelantikan tersebut, nama Andi Darmawan sempat menjadi perhatian publik menyusul polemik pinjaman daerah senilai Rp65 miliar yang memicu perbedaan sikap antara Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan DPRD Kabupaten Tanggamus. Polemik itu muncul setelah pemerintah daerah mengalihkan rencana pinjaman dari Bank Lampung kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero. Namun melalui surat resminya, DPRD menyatakan belum dapat memberikan persetujuan karena mengaku belum memperoleh penjelasan yang memadai terkait perubahan pihak pemberi pinjaman tersebut.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas komunikasi dan koordinasi antara eksekutif dan legislatif. Sebab saat polemik itu berlangsung, Andi Darmawan menjabat sebagai Sekretaris DPRD yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung komunikasi kelembagaan. Meski tidak memiliki kewenangan langsung dalam pengambilan keputusan pinjaman daerah, kisruh tersebut tetap menjadi catatan publik yang melekat pada masa jabatannya.
Namun pada akhirnya, berbagai kritik dan pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat tidak menghalangi kepercayaan yang diberikan Bupati Tanggamus. Dalam sambutannya saat pelantikan, Moh. Saleh Asnawi menegaskan bahwa jabatan bukanlah sebuah penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, pemerintah, dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Jabatan bukanlah sebuah penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, pemerintah, dan Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Bupati.
Bupati juga meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk bekerja profesional, menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, memperkuat koordinasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Secara khusus, ia menaruh perhatian besar terhadap sektor koperasi, UMKM, perindustrian dan perdagangan yang kini dipimpin Andi Darmawan karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia bahkan meminta agar program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berjalan optimal serta mendorong hilirisasi berbagai produk unggulan Tanggamus, mulai dari kopi, kakao, hasil perikanan, pertanian hingga produk UMKM lokal agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, keputusan pelantikan tersebut dipastikan masih akan menjadi bahan perbincangan publik. Pasalnya, kisruh pinjaman Rp65 miliar yang sempat menyita perhatian masyarakat belum sepenuhnya hilang dari ingatan publik. Kini masyarakat menunggu, apakah promosi jabatan yang diberikan kepada Andi Darmawan akan mampu dijawab dengan kinerja dan prestasi nyata, atau justru semakin menguatkan kritik yang sebelumnya telah berkembang terkait koordinasi dan tata kelola pemerintahan.













