SINAR MERDEKA ,Depok – Ratusan anggota wartawan, LSM, dan organisasi masyarakat (Ormas) dari berbagai wilayah di Kota Depok berkumpul dalam acara buka puasa bersama yang digelar pada Minggu (23/3/2025) di Balai Rakyat Sukmajaya, Jalan Merdeka, Depok II Tengah.

Acara ini diinisiasi oleh Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, H. Turiman, S.E., dengan tujuan menyatukan visi dan misi dalam membangun Depok yang lebih baik. Mengusung tema “Bersama Depok Maju: Kita Kawal, Kritisi, dan Cari Solusi,” acara ini menjadi wadah diskusi bagi berbagai elemen masyarakat.
Buka puasa ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti perwakilan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Ketua Gelombang, Ketua BPKB, para aktivis, relawan, serta awak media dari berbagai organisasi kewartawanan di Depok.
H. Turiman mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme peserta yang melebihi ekspektasi.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar dan dihadiri oleh berbagai pihak yang peduli terhadap pembangunan Depok. Yang terpenting, wartawan, LSM, dan Ormas dapat bersatu untuk mengawal kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Ketua BPKB Depok, Nuryadi, menilai acara ini sebagai langkah baru dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Selama tujuh tahun saya di Ormas, baru kali ini ada acara seperti ini di Depok. Ini momentum penting untuk mengubah paradigma bahwa Ormas hanya identik dengan premanisme. Pemerintah, DPRD, dan aparat harus lebih aktif merangkul kami,” kata Nuryadi.
Menurutnya, sinergi antara Ormas, LSM, jurnalis, dan pemerintah sangat diperlukan untuk mengawal kebijakan, mengkritisi permasalahan, serta mencari solusi bagi kota.
Ia berharap acara serupa bisa menjadi wadah pembinaan bagi Ormas agar lebih berkontribusi dalam pembangunan.
Nuryadi menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap organisasi masyarakat, terutama dalam hal dana hibah.
“Saya sudah mengajukan dana hibah, tetapi selalu ditolak, padahal anggarannya ada. Di kota lain, dana hibah untuk Ormas dan LSM sudah disalurkan, tapi di Depok masih dipertanyakan. Jika ingin Depok maju, pemerintah harus mengubah pola pikir dan merangkul semua elemen masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa anggaran hibah seharusnya digunakan untuk mendukung peran Ormas dan LSM sebagai mitra pembangunan, bukan malah menjadi Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran).
Sebagai Ketua organisasi yang tergabung dalam Pandawa Lima, Nuryadi mengusulkan agar pertemuan seperti ini bisa dilakukan secara rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali, dengan dukungan DPRD Kota Depok.
“Ormas dan LSM bukan musuh pemerintah, tetapi mitra dalam pengawasan dan percepatan pembangunan. Jangan ada diskriminasi, semua harus dirangkul agar Depok bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.
Dengan komunikasi yang lebih terbuka dan kebijakan yang inklusif, diharapkan Kota Depok dapat terus maju dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.












