SINARMERDEKA.CO-Langkah terbaik dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mencemari lingkungan menjadi Prioritas utama
Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup siap mendukung pengecekan baku mutu air limbah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, tujuannya untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mencemari lingkungan.
Untuk itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengatakan, pengelolaan limbah menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam operasional SPPG.
Disisi lainnya, KLH siap berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pengecekan baku mutu air limbah.
Tentunya, kami melakukan peninjauan SPPG untuk memastikan bahwa program Presiden berjalan dengan baik dan tentunya tidak merusak lingkungan.
”Kami siap mendukung pengecekan baku mutu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ujar Diaz dalam keterangan tertulis, dikutip dari RRI Sabtu, 10 Oktober 2026.
Selain limbah cair, Diaz turut meninjau pengelolaan sampah sisa makanan di SPPG tersebut. Ia mengapresiasi upaya pengolahan sisa makanan menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di sekitar lokasi.
Menurut dia, pengolahan sampah organik menjadi kompos merupakan salah satu langkah positif. Yaitu untuk mengurangi timbulan sampah dari aktivitas dapur MBG.
Diaz juga mengapresiasi pemilahan sampah organik dan anorganik yang telah dilakukan SPPG.
Pengelolaan sampah tersebut turut didukung melalui kerja sama dengan DLH, termasuk dalam proses pengangkutan sampah anorganik seperti plastik.
Pihak KLH menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memastikan program MBG berjalan optimal. Dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
“KLH dan BGN bersama dengan dapur-dapur SPPG akan terus bekerja sama dan berkolaborasi. Supaya kita bisa memberikan makanan yang sehat dan bergizi untuk anak-anak bangsa,” ucap Diaz.













