Jakarta. sinar merdeka.co-Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP-ADNG) kembali bergerak cepat menunjukkan komitmen sosialnya. Setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, koperasi ini resmi membuka posko penerimaan bantuan sembako. Bantuan yang masuk terus mengalir dari anggota, mitra, hingga jejaring pengurus daerah. Semua paket sembako yang terkumpul akan diberangkatkan melalui Armada Logistik KMP, yang siaga mengirim bantuan langsung ke titik-titik bencana.
Rencana keberangkatan Logistik Tahap I dijadwalkan pada 5 Desember 2025. Persiapan dilakukan secara terukur, mulai dari penyortiran bantuan, penataan muatan, hingga koordinasi relawan lapangan agar suplai diterima warga penyintas dengan cepat dan tepat. Di tengah kondisi darurat ini, KMP-ADNG berharap setiap bantuan dapat menjadi nafas baru bagi keluarga yang kehilangan harta benda maupun tempat tinggal.
Koperasi juga membuka peluang bagi pengurus yang ingin turun langsung mengawal penyaluran bantuan di Sumatera Barat. Mereka dapat menghubungi Direktur Operasional KMP ADNG, Pak Kusnanto, di nomor 0813-8323-2332. Keberangkatan tim relawan akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan kesiapan logistik di lokasi terdampak.
Dengan mengusung tajuk gerakan “KMP ADNG Peduli Sumatera”, seluruh ketua perwakilan provinsi, kota, dan kabupaten diminta turut menyebarkan informasi ini agar solidaritas penyelamatan dan pemulihan dapat diperluas. Seruan “Indahnya Berbagi” menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar koperasi ada pada kepedulian dan kebersamaan anggotanya.
Ketua Umum KMP ADNG, Assoc. Prof. Adv. Capt. Rizki Adam, Ph.D, menegaskan bahwa gerak cepat ini merupakan bentuk nyata dari karakter koperasi modern. “Bencana tidak bisa kita kendalikan, tetapi kepedulian adalah pilihan. KMP ADNG memilih untuk hadir, memilih untuk membantu, dan memilih untuk menjadi bagian dari upaya memulihkan Sumatera Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh anggota KMP-ADNG di berbagai daerah bergerak dengan semangat gotong royong. “Setiap kotak sembako yang masuk adalah bukti cinta dan solidaritas. Kita mungkin terpisah jarak, tetapi hati kita berkumpul di titik-titik bencana. Ini yang membuat koperasi tidak pernah kehilangan ruh kemanusiaannya,” katanya.
Rizki Adam juga menekankan pentingnya relawan yang turut serta dalam misi kemanusiaan ini. “Saya mengajak para pengurus yang memiliki kelapangan waktu untuk ikut mendampingi proses distribusi. Kehadiran relawan di lapangan bukan hanya soal fisik, tetapi juga memberi harapan bagi warga yang sedang berjuang bangkit,” tuturnya.
Ia menutup pesannya dengan ajakan moral bagi seluruh anggota. “Mari kita jadikan gerakan ‘KMP ADNG Peduli Sumatera’ sebagai momentum memperkuat nilai persaudaraan dalam koperasi. Saat bangsa terluka, kita tidak boleh tinggal diam. Koperasi harus menjadi tangan yang mengangkat, bukan sekadar mata yang melihat,” tegasnya.












