Eksbis

Kunjungi Kantor Wapres dan DPR RI, KMP ADNG Kawal Pesta beasiswa rakyat indonesia

×

Kunjungi Kantor Wapres dan DPR RI, KMP ADNG Kawal Pesta beasiswa rakyat indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Komitmen Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG) dalam mendukung akses pendidikan nasional terus bergulir. Salah satu langkah terbarunya adalah mengawal langsung program Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia.

 

Mewakili Ketua Umum KMP ADNG, Assoc. Prof. Capt. Rizki Adam, Ketua KMP ADNG Jakarta Barat Kusnanto menyambangi dua kantor penting di Ibu Kota, Selasa (5/8). Agenda tersebut menyasar Kantor Staf Khusus Wakil Presiden serta Gedung DPR RI. Tujuannya: menyerahkan dokumen resmi pemanfaatan fasilitas untuk kegiatan Gerakan Sejuta Beasiswa.

 

Di Kantor Staf Khusus Wapres, tim KMP ADNG mendampingi Ketua Pelaksana Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia, Dr. Hendarsyah Aditya Saptari, MBA. Sementara di DPR RI, rombongan turut membersamai Sekjen Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia, Adityawarman.

 

Pesta Beasiswa merupakan bagian daru Program Gerakan Sejuta Beasiswa Rakyat Indonesia yang merupakan inisiatif kolaboratif lintas lembaga – baik dari dalam maupun luar negeri – yang bertujuan membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya kalangan tidak mampu. Salah satu mitra strategis yang dilibatkan adalah KMP ADNG.

Rombongan KMP ADNG bersama tim pesta beasiswa rakyat Indonesia di Kantor Stafsus Wakil Presiden, Selasa 5 Agustus 2025.

 

Rizki Adam menegaskan, beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. “Koperasi kami juga punya program beasiswa untuk anggota dan anak anggota, sampai jenjang S2,” kata Rizki yang juga dikenal sebagai praktisi aset digital dan kripto nasional.

 

Lebih jauh, Rizki menekankan bahwa koperasi masa kini tak bisa hanya bicara soal ekonomi digital. “Kami percaya bahwa koperasi harus hadir juga sebagai gerakan pendidikan. Karena dari sanalah lahir sumber daya unggul yang bisa menggerakkan ekosistem digital ke arah yang inklusif dan kolaboratif,” tegasnya.

 

Gerakan Sejuta Beasiswa ini diharapkan bisa menjadi batu loncatan menuju terbentuknya ekosistem beasiswa nasional yang terbuka, terintegrasi, dan berkelanjutan.