Potret Alfiani , mahasiswi Bogor yang membagi waktu antara ruang kelas, bangku kuliah, dan dapur produksi basreng.
—
Aroma Dapur di Antara Papan Tulis

Pukul 21.00, dapur rumah sederhana di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, masih ramai. Wajan besar di atas kompor penuh irisan bakso goreng yang mengapung di minyak panas. Bau bawang putih, cabai, dan terasi memenuhi udara. Di ujung meja kayu yang mulai terkelupas catnya, Alfiani, 22 tahun, meracik bumbu basreng sambil sesekali mengecek ponsel yang tak berhenti berdering: pesanan baru masuk.
Pagi hingga siang hari, Alfiani berdiri di depan papan tulis sebagai guru. Malamnya, ia duduk di bangku kuliah kelas karyawan Institut Ummul Quro Al Islami. Di sela jadwal padat itu, ia mengolah camilan gurih-pedas yang kini mulai punya pelanggan setia. “Awalnya cuma buat camilan sendiri. Teman coba, suka, lalu pesan. Dari situ saya mulai serius jualan,” katanya, Kamis pekan lalu.

—
Tiga Peran, Satu Tekad
Rutinitas Alfiani nyaris tanpa jeda. Produksi basreng ia tangani sendiri, dari memilih bahan, mengiris, menggoreng, membumbui, hingga mengemas. Ketika pesanan membludak, kedua orang tuanya—mamah dan bapa—turun tangan. Mereka membantu mengiris, menggoreng, bahkan mengepak tanpa diminta. “Kalau ramai, mereka pasti bantu. Dukungan mereka luar biasa,”
ucapnya.
Selain bantuan tenaga, dukungan keluarga juga menguatkan mentalnya. Di tengah kesibukan, ia tetap berusaha menjalankan usahanya secara resmi. Sertifikat halal mandiri dan Nomor Induk Berusaha (NIB)sudah ia kantongi. “Saya ingin semua tertib, walau usaha rumahan,” ujarnya.

Dari Dapur ke Media Sosial
Dengan merek @alvsnack, Alfiani menjual basreng, keripik usus, dan keripik singkong. Harga bervariasi: Rp80 ribu per kilogram, Rp40 ribu setengah kilogram, dan Rp5.000 untuk kemasan 60 gram. Penjualan dilakukan melalui sistem pre-order, promosi gencar di Instagram, dan kontak WhatsApp di 0889-7327-9378.
Belum ada toko fisik atau tim besar. Namun, Alfiani yakin semangat dan doa keluarga cukup menjadi modal awal. “Ini bukan cuma soal uang,” katanya. “Ini latihan kemandirian, tanggung jawab, dan proses belajar hidup.”
—
Gurih-Pedas yang Menyimpan Cerita
Bagi Alfiani, setiap kemasan basreng yang keluar dari dapurnya membawa lebih dari sekadar rasa gurih dan pedas. Ada peluh, cinta keluarga, dan keyakinan bahwa kerja
keras tak akan mengkhianati hasil.













