Euforia Merdeka di Tengah Warga
Pesta rakyat kemerdekaan yang menjadi bagian Karnaval Kemerdekaan ke-80 RI bukan sekadar ajang hiburan. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan, acara ini menghadirkan ruang euforia sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan.
UMKM Jadi Pusat Perputaran Ekonomi
Menurut Ni Luh, pemerintah membeli makanan dalam jumlah besar dari UMKM untuk dibagikan kepada masyarakat. Dengan begitu, perayaan bukan hanya simbol merdeka, tetapi juga nyata menggerakkan roda ekonomi lokal di tingkat akar rumput.
Antusiasme dan Kebersamaan
Ratusan ribu warga hadir, menikmati lomba, permainan tradisional, kuliner khas, hingga panggung musik. Malam hari semakin meriah dengan kembang api. Karnaval Bersatu Kemerdekaan yang menampilkan mobil hias dari kementerian, lembaga, TNI, Polri, BUMN, hingga komunitas menambah semangat kebersamaan.
Simbol Persatuan Bangsa
Ni Luh menekankan, rangkaian ini mencerminkan persatuan, kreativitas, dan pencapaian bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Kami ingin perayaan ini menjadi milik rakyat, membangun rasa kebersamaan, dan memperkuat persatuan nasional,” ujarnya.
Dampak Nyata untuk Ekonomi
Pasar Rakyat mencatat perputaran ekonomi signifikan. Menurut Ni Luh, inilah bukti konkret bagaimana perayaan kemerdekaan memberi dampak ganda: memperkuat persatuan sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.
Apresiasi untuk Semua Pihak
Wamenpar juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian/Lembaga, Pemprov DKI, BUMN, swasta, komunitas, hingga UMKM yang bahu-membahu memeriahkan acara pesta rakyat kemerdekaan dari Monas hingga Bundaran HI. “Kerja sama lintas pihak membuat hasil jauh melampaui ekspektasi. Ini bukti bahwa gotong royong melahirkan perayaan inklusif dan membanggakan,” tegas Ni Luh.












