Berita TerkiniHeadline

Wamen Fahri Hamzah : Rumah Mahal Karena Harga Tanah Tinggi, Harus Distabilisir!

×

Wamen Fahri Hamzah : Rumah Mahal Karena Harga Tanah Tinggi, Harus Distabilisir!

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Fahri Hamzah saat Menjadi Pembicara dala Diskusi Publik

SINARMERDEKA.CO, JAKARTA – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Fahri Hamzah menyebutkan, salah satu hambatan dalam progam tiga juta rumah dan program lainnya adalah tingginya harga tanah di Indonesia.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan DISKUSI PUBLIK “RUMAH UNTUK SEMUA : STRATEGI PEMERINTAH MEMPERCEPAT AKSES HUNIAN LAYAK” yang diselenggarakan Kantor Komunikasi Kepresidenan pada Selasa (06/08/2025) di Rumah Besar Gatot Kaca, Kebayoran Baru, Jakarta.

Dihadapan awak media, Fahri Hamzah mengatakan harga tanah harus di stabilisir terlebih dahulu oleh Pemerintah agar program Pemerintah yang dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman berjalan.

“Sekarang ini harga rumah mahal bukan karena teknologi dan konstruksinya tapi karena harga tanah yang tidak masuk akal, sehingga tanah harus di stabilisir oleh pemerintah, Presiden menyebut menggunakan dasar pasal 33 (UUD 1945), maksudnya kendali atas Harga tanah harus di normalisir Kembali.”

Mengutip pernyataan Menteri ATR/Kepala BPN, Fahri Hamzah menyebutkan tentang monopoli tanah dan sebagainya yang menjadi salah satu penyebab harga tanah mahal.

“Ini harus dinormalisasi kalau kita mau harga tanah menjadi layak, turunkan harganya dan pasti harga rumah juga menjadi tidak mahal.”

Fahri Hamzah menerangkan, Presiden Prabowo mendorong agar menggunakan tanah negara agar harganya dapat di minimalisir atau dalam konsep sewa jangka Panjang itu bisa nol.

Wamen Fahri Hamzah saat Memberikan Keterangan Kepada Awak Media

“Tanah negara menjadi solusi atasi tingginya harga tanah sehingga program tiga rumah tercapai apapun bentuk bangunannya maupun dimana letaknya,” tandasnya.

Selain Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Fahri Hamzah Hadir dalam Diskusi Publik sebagai narasumber Tenaga Ahli utama Kantor komunikasi Kepresidenan, Dedek Prayudi dan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) 2019 – 2023, Paulus Totok Lusida dan bertindak sebagai moderator Tenaga Ahli Kantor komunikasi Kepresidenan, Cep Deni.

Turut Hadir Direktur Penyiapan Lahan dan Prasarana, Sarana, serta Utilitas Umum Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Indra gunawan.