SINAR MERDEKA,Depok, Kamis (9/10/2025) — Sistem pendidikan di Pesantren Terpadu Daaruttaqwa Depok kembali mendapat apresiasi. Kali ini datang dari Dr. (c) Andi Tatang Supriyadi, S.E., S.H., M.H., CPL, CPM, wali santri kelas 4 sekaligus Ketua Bidang Hukum SMP dan SMK Swasta se-Kota Depok.
Menurutnya, perpaduan antara ilmu umum dan ilmu agama yang diterapkan di Daaruttaqwa mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak kuat.
“Perpaduan ilmu umum dan agama di Daaruttaqwa menjadikan anak kami tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh,” ujar Andi Tatang.
Ia juga menilai, lingkungan pesantren yang kondusif dan jauh dari pengaruh negatif menjadi kunci kenyamanan anak-anak dalam belajar dan berkarakter.
“Alhamdulillah, anak kami betah sejak kelas 7 hingga sekarang. Ini menunjukkan bahwa Daaruttaqwa menyediakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya,” tambahnya.
Didirikan sejak 1977 di atas tanah wakaf Hj. Arah binti H. Abdul Hadi, Daaruttaqwa memadukan sistem pendidikan pesantren modern Gontor dan salafi, dilengkapi kurikulum sekolah umum. Penjurusan IPA/IPS, program pidato tiga bahasa, serta pelatihan ICT, micro teaching, leadership, public speaking, hingga drone menjadi bagian dari pembelajarannya.
Fasilitasnya pun lengkap, mulai dari kamar santri dengan MCK, laboratorium bahasa dan MIPA, laboratorium komputer, klinik, apotek, hingga sarana olahraga.
“Santri juga dapat menyalurkan minat dan bakat lewat kegiatan seperti marching band, Tari Saman, dan pidato tiga bahasa,” jelas pihak Humas Daaruttaqwa.
Pendaftaran santri baru dibuka secara online melalui www.daaruttaqwa.sch.id maupun offline di Kantor Panitia Penerimaan Santri Baru. Gelombang pertama berlangsung September–Desember 2025, sedangkan gelombang kedua dibuka Januari–Juni 2026, jika kuota masih tersedia.
Prestasi para santri pun tak kalah membanggakan. Mereka berhasil meraih juara futsal FLIGHT Nurul Fikri Banten 2025, dan santri putri Daaruttaqwa sukses menjuarai Olimpiade IPAS pada ajang yang sama.
“Ini bukti bahwa pengembangan bakat akademik dan olahraga menjadi bagian integral dari pendidikan di Daaruttaqwa,” tutup Andi Tatang.












