SINAR MERDEKA – Wajah Kota Palangka Raya bakal diubah? ini sejalan dengan perkembangan pembangunan, dan BPN Kota Palangka Raya memberi masukan.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palangka Raya, Indra Gunawan, kepada wartawan membenarkan ada pembahasan tentang rencana penataan ruang Kota Palangka Raya.
Dikatakan Indra, BPN Kota Palangka Raya akan memberikan pertimbangan teknis (Pertek) terkait penggunaan lahan dalam pembangunan kawasan.
“Fungsi sebuah kawasan tidak terlepas dari ketentuan yang berlaku dalam hal rencana tata ruang,” jelasnya, merujuk pada Peraturan Wali Kota Palangka Raya No. 4 Tahun 2024 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Perkotaan Palangka Raya.
Ini disampaikan dalam Rapat Forum Penataan Ruang Kota Palangka Raya yang berlangsung di Komplek Kantor Wali Kota Palangka Raya, Kamis 9 Oktober 2024.
Ada rencana pembangunan Rumah Sakit Provinsi Kalimantan Tengah.
Lokasi pembangunan rumah sakit ini berada di atas lahan seluas 813.913 m2 di Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu.
Selain itu, rencana pembangunan ruang terbuka hijau dan lapangan parkir seluas 25.700 m2 di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya juga turut dibahas.
Hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari Provinsi Kalimantan Tengah, sejumlah perwakilan dinas di Kota Palangka Raya, serta stakeholder terkait.
Indra Gunawan, mengakui mengikuti rapat Forum Penataan Ruang Kota Palangka Raya banyak masukan dari berbagai lini.
Karena fokus pembahasan permohonan penerbitan persetujuan kesesuaian kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) non Berusaha yang diajukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Tengah.
Indra Gunawan juga menyinggung wajah Kota Palangka Raya. Ia berharap ke depan, instrumen terkait mampu mengedepankan identitas, kultur, dan kekhasan budaya lokal.
“Di luar konteks pertanahan dalam pembahasan hari ini, BPN Kota Palangka Raya juga berharap wajah kota benar-benar mencerminkan kebudayaan. Ini kekuatan kita,” ujar Indra dalam rapat tersebut.
Kehadiran pendatang, wisatawan, maupun turis mancanegara dan domestik diharapkan mendapatkan kesan tersendiri saat hadir di Kota Palangka Raya.
“Ini hanya sebatas masukan, sebagai orang baru yang bertugas di Kota Palangka Raya tentu ingin melihat ciri khas itu benar-benar tercermin dalam wajah kota,” tambahnya.
Indra juga sepakat jika beberapa filosofi seperti Banama Tingang digunakan dalam konsep pembangunan dan penataan ruang rekreasi, seperti yang digagas oleh Disnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah.
Banama Tingang, atau bahtera (perahu raksasa), adalah salah satu ikon Kota Palangka Raya yang dulunya digunakan oleh leluhur suku Dayak sebagai sarana transportasi dalam ritual balian.












