Berita Terkini

Srikandi PLN di Pasirluyu: Menyalakan Cahaya Kehidupan di Posyandu Combrang

×

Srikandi PLN di Pasirluyu: Menyalakan Cahaya Kehidupan di Posyandu Combrang

Sebarkan artikel ini
Srikandi PLN di Pasirluyu: Menyalakan Cahaya Kehidupan di Posyandu Combrang
Srikandi PLN di Pasirluyu: Menyalakan Cahaya Kehidupan di Posyandu Combrang

Sinarmerdeka.co – Pagi di Kelurahan Pasirluyu, Bandung, biasanya dimulai dengan keriuhan yang biasa. Namun, bagi seorang perempuan yang melangkah menuju RW 08, pagi itu terasa begitu personal. Ia bukan sekadar datang membawa atribut perusahaan, melainkan membawa empati seorang ibu dan semangat seorang Srikandi.

Di sanalah, di sebuah sudut bernama Posyandu Combrang, sebuah transformasi besar sedang ditenun melalui langkah-langkah kecil yang penuh cinta.

“Di tangan kami, Posyandu ini kembali bernapas,” bisiknya dalam hati saat melihat deretan balita yang datang dalam gendongan. Ada yang tersenyum malu, ada yang menangis pelan karena asing dengan keramaian, namun semuanya membawa satu hal yang sama: harapan untuk tumbuh sehat.

Melalui inisiatif Srikandi Movement – CERIA (Cegah Risiko Penyakit Ibu & Anak), PLN hadir membersamai dalam menjaga kesehatan keluarga. Ruangan yang dulunya sunyi dan sederhana, kini tampak lebih hidup. Warna-warna baru di dindingnya seolah mencerminkan energi yang mulai tumbuh di hati para ibu yang hadir.

Kehadiran para tenaga kesehatan dari Puskesmas Regol menambah riuh dalam setiap percakapan. Mereka berbicara tentang ASI eksklusif dan racikan MP-ASI dengan penuh kesabaran.

Di sudut lain, para ibu menyimak dengan serius, sesekali mengangguk saat keraguan mereka tentang gizi anak terjawab. Ibu hamil kini lebih percaya diri menatap masa kehamilan, memahami risiko, dan tahu kapan harus mencari bantuan medis.

Perubahan nyata tidak hanya terlihat pada para peserta. Para kader Posyandu Combrang mengalami evolusi yang luar biasa. Mereka yang sebelumnya menjalankan kegiatan secara konvensional, kini telah menjelma menjadi motor penggerak yang terstruktur.

Dukungan Srikandi PLN memberikan mereka “senjata” baru: pengetahuan administrasi yang rapi, kemampuan memantau tumbuh kembang secara presisi, hingga teknik edukasi yang persuasif.

Kini, mereka bukan lagi sekadar petugas pencatat berat badan, melainkan agen perubahan yang mampu menggerakkan kesadaran kolektif warga di lingkungannya sendiri.

Secara fisik, Posyandu Combrang telah berbenah. Fasilitas yang dulunya menjadi keterbatasan, kini menjadi penunjang utama. Alat tensi meter yang akurat, kursi dan meja yang layak, hingga lemari arsip yang tertata, semuanya hadir untuk memberikan kenyamanan. Bahkan, aliran air bersih yang dulu sering terkendala, kini mengucur lancar.

Namun, momen yang paling emosional adalah saat aliran listrik PLN menyala di ruangan itu. Cahaya lampu yang berpijar bukan sekadar penerangan fisik, melainkan simbol kehidupan baru.

Pelayanan menjadi lebih optimal, kipas angin memberikan kesejukan bagi semua, dan kegiatan pelayanan kesehatan bisa dilakukan dengan standar yang jauh lebih baik. Posyandu ini benar-benar telah “hidup”.

Memasuki tahun 2026, jejak Srikandi Movement di Pasirluyu tidak lantas memudar. Sebaliknya, manfaatnya justru meluas.

Posyandu Combrang kini dipercaya menjadi titik distribusi utama program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan ibu hamil. Ini adalah bukti sahih bahwa infrastruktur yang dibangun telah berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.

Tak jauh dari bangunan posyandu, kebun hidroponik yang pernah ditanam bersama kini menjadi pemandangan hijau yang menyejukkan. Kangkung, selada, dan pakcoy tumbuh subur dan telah dipanen berkali-kali.

Hasil panen ini bukan sekadar urusan perut, melainkan edukasi nyata bahwa gizi sehat bisa lahir dari halaman rumah sendiri. Dari setiap helai daun hijau yang dipetik, ada gizi yang terserap dan harapan yang terus bersemi di meja makan warga.

Di tengah semua pencapaian teknis itu, ada satu memori yang takkan terlupakan. Seorang warga bernama Bu Nunung mendekat, menggenggam erat tangan sang Srikandi PLN dengan mata yang berkaca-kaca. “Terima kasih sudah memperhatikan kami,” ucapnya lirih namun sarat makna.

Kalimat sederhana itu adalah muara dari seluruh kerja keras ini. Dampak program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus bergulir. Menjadikan ibu yang lebih cerdas, kader yang percaya diri, dan anak-anak yang memiliki pondasi kesehatan yang kuat untuk masa depan mereka.

Langkah kecil di Pasirluyu ini adalah bukti bahwa perubahan besar bukanlah hal yang mustahil. Srikandi PLN telah membuktikannya. Mereka hadir tidak hanya untuk menerangi, tapi juga untuk menyalakan harapan di hati setiap keluarga.