SINAR MERDEKA ,Depok,– SMK Islamiyah Serua Bojongsari Kota Depok, secara resmi mengembalikan seluruh dana study tour siswa kepada orang tua murid. Keputusan ini diambil setelah adanya larangan dari Gubernur Jawa Barat terkait pelaksanaan study tour ke luar provinsi.Selas (3/6/2025)
Ketua Bidang Hukum MKKS SMK Swasta Kota Depok, Dr. Andi Tatang S., SE., SH., MH., menjelaskan bahwa pengembalian dana telah dilakukan 100 persen sesuai hasil rapat antara pihak yayasan, sekolah, komite, dan panitia.
“Saya memantau langsung proses pengembalian dana study tour ke Yogyakarta yang batal dilaksanakan. Alhamdulillah, sejauh pengamatan saya, prosesnya berjalan lancar dan sesuai kesepakatan,” ujar Andi Tatang.
Pengembalian dana dilakukan bertahap kepada seluruh orang tua siswa dari 6 kelas, dengan total peserta sebanyak 168 siswa. Proses ini dibagi dalam dua hari, dan pada hari kedua seluruh kelas telah menerima kembali uang yang telah mereka setor.ujar kepala sekolah Nursalim keterangan awak media
Meskipun ada sebagian orang tua yang belum sempat hadir karena alasan kesehatan atau keperluan lain, sekitar 90 persen dari mereka sudah datang langsung dan menerima uangnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan imbauan agar sekolah tidak mengadakan kegiatan study tour di luar wilayah provinsi, demi alasan keselamatan dan efisiensi. Menyikapi hal ini, pihak SMK Islamiyah Serua bersama yayasan dan komite sekolah memutuskan untuk membatalkan agenda study tour yang sebelumnya direncanakan ke Yogyakarta.
Pengembalian dana dilakukan langsung oleh panitia sekolah kepada masing-masing wali murid. Meskipun pihak sekolah dikenakan penalti 30 persen oleh pihak travel akibat pembatalan sepihak, sekolah tetap berkomitmen untuk mengembalikan seluruh dana siswa secara utuh tanpa potongan.
“Memang dalam perjanjian, jika salah satu pihak membatalkan, ada denda 30 persen. Tapi demi ketenangan bersama, pihak sekolah , yayasan, dan panitia sepakat menanggung itu tanpa mengurangi hak siswa,” jelas Andi Tatang.
Namun, hingga saat ini, pihak travel yang bekerja sama belum bisa dihubungi dan belum memberikan tanggapan atas undangan resmi dari sekolah. Sekolah tetap akan menempuh jalur komunikasi untuk menagih dana tersebut.
Andi Tatang juga berpesan agar para orang tua dan siswa tetap semangat, meskipun kegiatan study tour tidak jadi dilaksanakan.
“Kita harus tetap menjunjung etika. Jangan sampai karena pembatalan ini muncul polemik yang menyudutkan pihak sekolah, apalagi guru-guru yang selama ini sudah maksimal mendidik anak-anak,” tegasnya.












