EksbisHeadline

Presiden Prabowo, Targetkan 1.100 Desa Nelayan Seluruh Indonesia di 2026

×

Presiden Prabowo, Targetkan 1.100 Desa Nelayan Seluruh Indonesia di 2026

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

SINARMERDEKA.CO-Kebijakan strategis bagi nelayan untuk itu Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengembangan 1.100 desa nelayan di seluruh Indonesia pada tahun 2026.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Tahun 2026 ini kita targetkan 1.100 desa nelayan. Tahun-tahun depan mungkin lebih banyak lagi,” ujar Presiden saat kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Prabowo menyampaikan pemerintah juga akan membuka ribuan desa nelayan serta ratusan sentra budidaya ikan di berbagai daerah.

“Semuanya kita akan buka ribuan desa nelayan, kita akan buka ratusan budidaya ikan,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, penguatan desa nelayan tidak hanya berdampak pada ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi nasional.

Dirinya menekankan pentingnya konsumsi protein ikan bagi generasi muda.

“Anak-anak kita harus makan protein yang banyak. Mereka harus tumbuh kuat, pintar, dan menjadi masa depan Indonesia yang hebat,” ucapnya.

Presiden menilai program tersebut merupakan bagian dari rencana besar pembangunan pangan nasional.

Ia mengaku optimistis setelah melihat peningkatan pendapatan petani dan nelayan dalam setahun terakhir.

Presiden juga mengungkapkan laporan dari Menteri Kelautan dan Perikanan terkait kondisi sektor perikanan nasional yang dinilai semakin membaik. Menurut laporan, tangkapan nelayan disebut terus meningkat.

“Saya juga dapat laporan dari Menteri Kelautan. Hasil daripada nelayan-nelayan kita baik dan di tahun-tahun mendatang akan lebih naik lagi,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan pengembangan desa nelayan akan terus diperluas pada tahun-tahun berikutnya.

Presiden menyebut program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan dan gizi nasional.