Sinarmerdeka.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (PLN UIP2B Jamali) menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Dalam inisiatif terbarunya, PLN UIP2B Jamali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi siswa dan guru di Sekolah Master Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung dari Agustus hingga November 2024 ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital sekaligus membuka peluang ekonomi baru di era transformasi digital.
Pelatihan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar, menyampaikan bahwa akses terhadap keterampilan TIK adalah investasi terbaik untuk masa depan.
“Melalui TJSL, PLN memberikan pendidikan TIK yang dibutuhkan generasi muda untuk bersaing di era global. Ini adalah bentuk nyata kontribusi kami dalam mempersiapkan masa depan yang lebih cerah,” ujar Munawwar. Rabu, 18 Desember 2024.
PLN bermitra dengan lembaga pendidikan teknologi informasi dan digital kreatif di Depok untuk memberikan pelatihan yang berfokus pada keterampilan praktis.
Kurikulum mencakup penggunaan Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint), desain grafis (Photoshop, Corel Draw), hingga animasi seperti komik dan motion graphic. Program ini dirancang dalam 9-10 sesi pelatihan tatap muka berdurasi dua jam per sesi, diikuti oleh 20 peserta.
Sebagai bagian dari pelatihan, peserta diajak menghasilkan karya kreatif seperti komik atau motion graphic yang mengangkat tema terkait PLN Mobile, Transisi Energi, Electric Vehicle, dan operasional PLN. Hasil karya peserta mencerminkan keterampilan yang telah mereka pelajari dan diaplikasikan secara langsung.
Selain pelatihan, PLN juga memberikan perangkat komputer sebagai alat pendukung pembelajaran. Dengan dukungan ini, siswa dan guru dapat memaksimalkan potensi mereka dalam dunia digital.
Nurokhim, S.Pd., Ketua Bina Insan Mandiri Foundation yang menaungi Sekolah Master Indonesia, mengapresiasi inisiatif PLN.
“Kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi peserta. Para siswa kini lebih percaya diri menghadapi tantangan dunia kerja,” tuturnya.
Sekolah Master Indonesia, yang terletak di area Terminal Depok, merupakan sekolah gratis untuk anak-anak jalanan, pemulung, pengamen, dan masyarakat prasejahtera.
Melalui program ini, PLN memberikan peluang bagi mereka untuk mengakses pendidikan teknologi yang setara dengan standar global.
Dengan bekal keterampilan digital yang diajarkan, peserta diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di masa depan. Inisiatif ini membuktikan komitmen PLN untuk menjadi bagian dari perubahan positif bagi masyarakat.
Program TJSL PLN tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga harapan. Generasi muda Sekolah Master kini siap menghadapi tantangan global dengan keterampilan yang relevan dan bekal teknologi untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah.












