Kronologi Serangan yang Menewaskan Anas al-Sharif
Gaza kembali berduka. Serangan terarah Israel pada Minggu malam menghantam tenda para jurnalis di dekat gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa, Kota Gaza. Tujuh orang meninggal dunia, termasuk jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif dan empat rekannya: Mohammed Qreiqeh, Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, serta Moamen Aliwa.
Menurut laporan saksi, dentuman keras terdengar beruntun ketika rudal menghantam lokasi. Langit malam tersapu cahaya jingga dari ledakan. Serangan ini memperkuat kekhawatiran dunia bahwa serangan terhadap pekerja media di Gaza bukanlah kebetulan.
Suara Terakhir Sang Jurnalis dari Gaza
Beberapa jam sebelum gugur, Anas al-Sharif menulis di X tentang pengeboman intens yang ia sebut sebagai sabuk api di wilayah timur dan selatan Gaza. Dalam video terakhirnya, suara ledakan memecah malam sementara wajahnya tetap fokus melaporkan.
Ia juga meninggalkan pesan mendalam: tekad untuk menyampaikan kebenaran tanpa distorsi, meskipun nyawa menjadi taruhannya. Dalam pesannya, ia mengungkapkan rasa duka, kerinduan pada keluarganya, serta kekhawatiran tidak dapat melihat kedua anaknya tumbuh dewasa.
Bantahan Keterlibatan Hamas
Militer Israel menuduh al-Sharif memimpin sel Hamas dan terlibat serangan roket. Namun, Euro-Med Human Rights Monitor menegaskan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Muhammed Shehada, analis dari lembaga itu, menyatakan bahwa keseharian al-Sharif hanyalah meliput berita dari pagi hingga sore.
Pelapor Khusus PBB untuk kebebasan berekspresi, Irene Khan, menyoroti ancaman berulang terhadap jurnalis di Gaza. Ia menilai tuduhan tersebut kerap digunakan untuk membenarkan serangan terhadap wartawan yang melaporkan pelanggaran HAM.
Kecaman Dunia terhadap Penyerangan Jurnalis
Al Jazeera mengecam keras serangan ini dan menyebutnya sebagai bagian dari kampanye hasutan militer Israel terhadap jurnalis di Gaza. Komite Perlindungan Jurnalis juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas keselamatan para reporter di wilayah konflik tersebut.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 200 jurnalis dan pekerja media. Fakta ini memperlihatkan bagaimana serangan terhadap jurnalis di Gaza kian sistematis dan menimbulkan kekhawatiran global.
baca juga: 10 Kebiasaan yang Merusak Mata dan Cara Menghindarinya
Tragedi serangan terarah Israel terhadap jurnalis di Gaza menunjukkan tingginya risiko bagi mereka yang berupaya mengungkap kebenaran di medan perang. Kejadian yang menimpa Anas al-Sharif menjadi simbol perjuangan sekaligus pengingat bahwa perlindungan terhadap jurnalis adalah kewajiban dunia internasional.












