Bali – Ajang teknologi dan bisnis digital bertajuk Svolution Digital Summit (SDS) 2025 bakal digelar di Nusa Dua, Bali, pada 16–18 September . Acara yang ini adalah pertemuan perdana AI-commerce terbesar di Asia Tenggara ini siap menghadirkan lebih dari 25 pembicara internasional serta 3.000 pelaku bisnis digital dari berbagai negara.
Hari pertama dan kedua akan dipusatkan di Bali Nusa Dua Convention Center dengan agenda konferensi seputar funnels, traffic, otomatisasi, hingga konten digital. Sementara itu, hari ketiga ditutup dengan pesta jejaring internasional bertajuk Svolution International Fiesta di Atlas Beach Club, Bali.
Ketua Umum Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG), Assoc. Prof. Adv. Capt. Rizki Adam, Ph.D, turut dijadwalkan hadir. Menurut panitia, SDS tidak hanya membicarakan teori, tetapi menekankan strategi praktis dan demo langsung. Tercatat, 86 persen sesi berupa praktik nyata, termasuk bagaimana memanfaatkan agen konten berbasis AI hingga funnel siap pakai untuk menghasilkan pendapatan berulang.
Sejumlah nama besar seperti Dan Henry, Peng Joon, Peter Kell, Rory Flynn, hingga Denny Santoso dipastikan berbagi pengalaman. Dari sisi korporasi global, eksekutif dari Meta dan TikTok juga akan tampil membedah peluang pertumbuhan e-commerce sosial berbasis AI.
Rizki Adam menilai SDS 2025 sebagai momentum penting bagi Indonesia. “Kami melihat inilah saatnya pelaku usaha nasional beradaptasi dengan era AI-commerce. Tidak hanya untuk mengejar tren, tapi juga membangun kemandirian ekonomi digital yang mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Ia menambahkan, KMP ADNG berkomitmen menjadikan koperasi sebagai motor penggerak transformasi digital. “Koperasi harus hadir di tengah arus besar ini. Melalui partisipasi dalam forum internasional seperti SDS, kami ingin membuktikan bahwa koperasi Indonesia bisa ikut menguasai teknologi dan memanfaatkan AI untuk kesejahteraan anggota,” tegasnya.
a menambahkan, KMP ADNG berkomitmen menjadikan koperasi sebagai motor penggerak transformasi digital. “Koperasi harus hadir di tengah arus besar ini. Melalui partisipasi dalam forum internasional seperti SDS, kami ingin membuktikan bahwa koperasi Indonesia bisa ikut menguasai teknologi dan memanfaatkan AI untuk kesejahteraan anggota,” tegasnya.
Lebih jauh, Rizki Adam menekankan bahwa kehadiran koperasi dalam forum berskala internasional ini akan membuka akses kolaborasi yang lebih luas. “SDS bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga jejaring. Koperasi dapat membangun kemitraan strategis dengan pelaku global sehingga mampu menghadirkan peluang usaha baru bagi anggotanya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa partisipasi koperasi dalam SDS merupakan wujud nyata modernisasi kelembagaan. “Sudah saatnya koperasi tidak lagi dipandang tradisional. Melalui teknologi AI, koperasi bisa menjadi institusi modern yang agile, profesional, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini,” pungkasnya.












