Sesi utama menghadirkan Jiean Ajiyanpi N yang menekankan bahwa literasi kepemimpinan harus diubah menjadi gerakan organisasi yang aktif, mandiri, bersinergi, dan berdampak.
Menurut Jiean, terdapat empat langkah utama, yakni memahami AD/ART dan peran ketua, mengubah kebutuhan menjadi program, membangun tata kelola dan sinergi, serta mengukur hasil melalui rencana kerja 90 hari.
“AD/ART adalah kompas organisasi, bukan beban administrasi. Ketua juga tidak harus mengerjakan semuanya, tetapi harus mampu menggerakkan pengurus,” ujarnya.
Ia menekankan lima karakter penting pemimpin IKWI, yaitu integritas, loyalitas, adaptif, sinergi, dan kepedulian. Program daerah pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, namun tetap berada dalam kerangka AD/ART.
Sementara itu, Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana mengatakan integritas, loyalitas, sinergi, dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting menghadapi perubahan teknologi dan derasnya arus informasi.
“Jangan sampai kita menjadi pemimpin yang cepat bereaksi tetapi lambat memahami. Jangan sampai kita mudah percaya pada suatu informasi, tetapi malas melakukan verifikasi,” tegas Indah.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menyaring, dan menggunakan informasi secara bijaksana. Budaya tersebut, kata Indah, harus dimulai dari keluarga.
“Kepemimpinan sesungguhnya tidak selalu dimulai dari ruang rapat, jabatan, atau organisasi. Kepemimpinan dimulai dari diri sendiri dan dari rumah kita masing-masing,” katanya.
Ketua Panitia Hari Literasi IKWI 2026, Rabiatun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Bidang Organisasi dan Bidang Pendidikan PP IKWI. Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
“Kita ingin setiap Ketua IKWI bukan sekadar menjadi pemegang jabatan, tetapi menjadi penggerak organisasi yang mampu merangkul anggota, mengembangkan potensi, membangun kerja sama, serta menyiapkan keberlanjutan organisasi,” ujar Rabiatun.
Diskusi dan tanya jawab berlangsung antusias. Sejumlah peserta dari berbagai daerah turut menyampaikan pertanyaan secara langsung maupun melalui kolom chat Zoom.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama Ketua IKWI se-Indonesia, pembacaan Deklarasi/Komitmen Literasi Kepemimpinan IKWI, dan foto bersama.
Hari Literasi IKWI 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat organisasi agar semakin aktif, mandiri, bersinergi, dan memberikan manfaat bagi anggota, keluarga, serta masyarakat.













