SINAR MERDEKA ,Depok – Acara puncak penilaian dan evaluasi akhir Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 digelar di RW 010, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, pada Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini menjadi penentu hasil akhir RW 010 yang resmi mewakili Kota Depok di tingkat provinsi.
Evaluasi akhir tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Depok bersama Wakil Wali Kota Depok, jajaran Pemkot Depok, tim penilai Provinsi Jawa Barat, serta unsur masyarakat setempat. Penilaian dilakukan melalui rechecking di sejumlah titik aktivitas P2WKSS yang tersebar di lingkungan RW 010.
Camat Cilodong, Drs. Zainal Arifin, M.Si, dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa pelaksanaan P2WKSS di RW 010 sudah menunjukkan hasil yang sangat memuaskan dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
“Pak Wakil Wali Kota tadi sudah menyampaikan bahwa RW 010 ini sudah juara. Juara dalam arti dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam peningkatan perekonomian,” ujar Zainal Arifin.
Ia menjelaskan, hampir seluruh kegiatan lintas perangkat daerah dilaksanakan terpusat di lokasi P2WKSS RW 010. Program yang dijalankan tidak hanya menyentuh aspek pemberdayaan, tetapi juga pembangunan fisik.
“Dari sisi fisik ada bedah rumah, pengaspalan jalan, sementara dari sisi pemberdayaan ada pembibitan, bantuan usaha, pelatihan salon lengkap dengan peralatannya, hingga paket usaha penyediaan perlengkapan pernikahan. Ini luar biasa dan langsung menyentuh ekonomi warga,” jelasnya.
Menurut Zainal, keberadaan program tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih. Melalui P2WKSS, masyarakat didorong agar roda perekonomian tetap berputar dari lingkungan sendiri.
“Harapan kita, ini menular. Ibu-ibu yang sebelumnya hanya beraktivitas di rumah kini bisa menghasilkan pendapatan dan membantu ekonomi keluarga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Zainal Arifin menjelaskan bahwa pelaksanaan P2WKSS di RW 010 telah berjalan sesuai mekanisme dan tahapan. Proses pembinaan berlangsung selama satu tahun, dengan sejumlah kegiatan intensif yang difokuskan dalam empat bulan terakhir menjelang penilaian.
“Lokasi kegiatan tersebar di beberapa titik, seperti Posyandu, masjid, kolam ikan, KWT (Kelompok Wanita Tani), rumah warga untuk pelatihan salon, hingga aula kantor RW. Semua titik ini menjadi bagian dari indikator penilaian,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, penunjukan RW 010 sebagai lokasi P2WKSS bukan tanpa proses. Pemerintah Kota Depok sebelumnya mengajukan dua kelurahan, yakni Sukamaju yang diwakili RW 010 dan Kalimulya yang diwakili RW 004. Penilaian dilakukan oleh tim kota dengan mempertimbangkan kepadatan penduduk, kebutuhan perbaikan wilayah, serta antusiasme dan respons masyarakat.
“Ternyata RW 010 memiliki variabel paling kuat dan layak. Respon warganya sangat tinggi, sehingga akhirnya ditetapkan sebagai lokasi P2WKSS,” ungkapnya.

Zainal berharap, ke depan RW 010 dapat terus berkembang dari berbagai sisi, tidak hanya ekonomi, tetapi juga keagamaan, sosial, perikanan, dan pertanian.
“Kemarin kita tanam ikan, KWT juga tetap berjalan. Harapannya, apapun kebutuhan masyarakat bisa tersedia di RW 010 ini, sehingga perputaran uang dan aktivitas ekonomi dapat berlangsung di lingkungan sendiri,” jelasnya.
Dengan berakhirnya evaluasi P2WKSS 2025, RW 010 Kelurahan Sukamaju optimistis mampu meraih hasil terbaik dan menjadi contoh nyata keberhasilan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Depok.












