SINARMERDEKA.CO-PESAWARAN-Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, kembali mendapat penghargaan sebagai yang terbaik di tingkat kabupaten/kota dalam Festival Perhutanan Sosial (Pesona) 2025.
Agenda acara diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta.
Penghargaan ini diberikan karena Pesawaran dinilai berhasil mengelola hutan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran dinilai berhasil menjalankan program perhutanan sosial. Program ini terbukti bisa menjaga hutan tetap lestari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai contoh petani hutan di Desa Hanura, Pesawaran, pendapatannya naik 30% setelah mereka menanam tanaman campuran yang lebih ramah lingkungan.
Selain Pesawaran, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kabupaten Berau dan Enrekang.
Festival Pesona 2025 mengangkat tema “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan.” Acara ini adalah bagian dari perayaan HUT RI ke-80 yang diadakan oleh KLHK.
Tujuannya adalah untuk mempererat kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang peduli pada hutan.
Menurut Bapak Mahfudz, pejabat dari KLHK, festival ini bukan hanya acara biasa. Ini adalah tempat penting bagi semua pihak untuk bekerja sama mengembangkan usaha kehutanan yang melibatkan masyarakat.
“Festival Pesona adalah tempat untuk berbagi informasi, belajar, dan mempromosikan produk-produk dari hutan, agar lebih dikenal dan bisa bersaing dengan baik,” kata Bapak Mahfudz pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Acara ini berlangsung dari tanggal 20 hingga 22 Agustus. Ada berbagai kegiatan, seperti pameran produk unggulan (misalnya kopi dari petani hutan Sumber Makmur), diskusi, pertemuan bisnis, lomba, dan siaran podcast. Produk-produk seperti kopi, madu, dan aren juga dipamerkan.
Provinsi Lampung juga meraih prestasi. Ibu Tri Endah Anggraeni mendapat penghargaan karena rajin membimbing petani hutan di Lampung Selatan.
Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Mawar Bodas juga mendapat penghargaan karena pintar membuat produk olahan madu yang lebih menarik.
Disisi lain, Sulaiman Umar Siddiq, Wakil Menteri dari KLHK, mengatakan bahwa penghargaan ini adalah ucapan terima kasih atas kerja keras semua pihak dalam menjaga hutan dan mengembangkan usaha masyarakat yang berhubungan dengan hutan.
Untuk itu, Sulaiman menjelaskan bahwa perhutanan sosial adalah cara untuk membuat Indonesia lebih mandiri dengan memanfaatkan hutan secara berkelanjutan.
Dalam hal ini, KLHK mencatat bahwa lebih dari 8,3 juta hektare hutan sudah dialokasikan untuk program ini, melibatkan 1,4 juta keluarga dan membentuk lebih dari 15 ribu kelompok usaha di seluruh Indonesia.
Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, yang datang bersama pejabat lainnya, mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini.
Dirinya mengatakan bahwa ini adalah hasil kerjasama antara masyarakat, petani hutan, dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk Pemerintah Kabupaten Pesawaran, tetapi untuk semua masyarakat yang sudah menjaga hutan.
Kami percaya bahwa hutan adalah warisan alam dan sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama,” kata Dendi.
Selain itu Dendi menambahkan bahwa ini adalah bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk terus menjalankan program perhutanan sosial, sesuai aturan yang ada, serta mendorong kerjasama antara masyarakat, pendamping, dan kelompok usaha untuk menjaga hutan.
“Kami akan terus menjadikan perhutanan sosial sebagai dasar ekonomi masyarakat dan pelindung lingkungan daerah,” pungkasnya.












