Tangerang – Gaung penguatan koperasi digital kembali terdengar. Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG) menggelar sosialisasi dan presentasi bisnis di Aula SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Mauk, Sabtu (16/8). Sebanyak 160 pengurus dari berbagai daerah di Banten hadir dalam acara itu.
Ketua Umum KMP ADNG, Assoc. Prof. Capt. Rizki Adam, turun langsung memberikan materi. Ia bukan sekadar berbagi pengetahuan, tetapi juga membakar semangat peserta. Rizki menegaskan, aset digital merupakan primadona bisnis dunia.
”Pada 2021, valuasi industri aset digital sudah menembus USD 2,5 triliun. Tahun ini, nilainya melonjak hingga USD 4,1 triliun dan masuk urutan empat besar dunia, menggeser industri minyak dan gas,” papar Rizki.
Rizki juga menyinggung hasil riset Citi Bank yang memprediksi potensi bisnis kripto mencapai Rp 67 ribu triliun, bahkan berpotensi menembus Rp 91 ribu triliun pada 2030. ”Bisnis ini akan kokoh jika semua orang memahami ilmu aset digital,” tegasnya.
Selain digital, peluang bisnis distribusi gula dan sembako juga dipaparkan. Melalui PT Distribusi Gula Indonesia (DGI) – anak perusahaan KMP ADNG – koperasi membuka peluang besar di sektor pangan.
Acara itu turut dihadiri jajaran internal KMP ADNG dan PT DGI. Antara lain Pengawas Pusat Ade Kurnia, Sekjen Harry Karsa Wicaksana, Ketua Umum KMP ADNG Banten Ahmad, Ketum DKI Raj Kumar, Dirut PT DGI Cecep Sujana, serta Direktur Operasional PT. DGI Kusnanto.

Peserta berasal dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, hingga kawasan Pantura Banten.
Tak hanya bicara teori, KMP ADNG juga langsung memberi bukti lewat aksi nyata. Mereka membantu Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Bantuan itu berupa penyediaan gula pasir, minyak goreng, dan sembako untuk memenuhi kebutuhan anggota serta masyarakat sekitar.
”Bisnis digital dan pangan akan berjalan beriringan. Keduanya adalah pilar masa depan koperasi,” tutup Rizki.












