Berita Terkini

Bangkit Pasca Bencana, Unair Dampingi Pelaku Usaha Mikro di Pidie Jaya

×

Bangkit Pasca Bencana, Unair Dampingi Pelaku Usaha Mikro di Pidie Jaya

Sebarkan artikel ini
Bangkit Pasca Bencana, Unair Dampingi Pelaku Usaha Mikro di Pidie Jaya
Bangkit Pasca Bencana, Unair Dampingi Pelaku Usaha Mikro di Pidie Jaya

Sinarmerdeka.co – Hampir tiga bulan setelah bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatra, dampaknya masih dirasakan masyarakat, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Selain menimbulkan kerusakan dan korban jiwa, bencana tersebut turut melemahkan roda perekonomian warga, khususnya pelaku usaha mikro dari keluarga prasejahtera.

Sebagai bentuk kepedulian, Universitas Airlangga (Unair) hadir mempercepat pemulihan sosial-ekonomi masyarakat terdampak. Langkah ini sejalan dengan karakter Unair sebagai entrepreneurial university yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

Sebanyak enam dosen ahli diterjunkan untuk melakukan pendampingan pada Sabtu (21/2/2026) hingga Minggu (22/2/2026) di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Program ini difokuskan pada pemulihan dan penguatan kapasitas pelaku usaha mikro serta kelompok rentan pascabencana.

Dorong Pemulihan Berkelanjutan

Ketua tim pengabdian masyarakat Unair, Prof. Dr. Bagong Suyanto, M.Si., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Rektor Unair untuk menghadirkan pemulihan yang berkelanjutan, tidak sekadar bantuan darurat.

“Pemulihan bencana tidak cukup hanya dengan bantuan sesaat. Perlu ada pendampingan dan perubahan pola pikir agar pelaku usaha mampu mengembangkan usahanya secara mandiri,” ujarnya.

Unair juga memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta kepada masing-masing pelaku usaha mikro penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus untuk membangun kembali aktivitas ekonomi keluarga.

Menurut Prof. Bagong, pendampingan diarahkan pada strategi pengembangan usaha secara horizontal, yakni mendorong diversifikasi sumber penghasilan agar setiap keluarga tidak hanya bergantung pada satu jenis usaha.

Kolaborasi Lokal dan Penguatan Kapasitas

Program ini melibatkan alumni serta bermitra dengan Yayasan Peduli Pembangunan Ekonomi Pesisir Aceh (YAPPERA) dan Universitas Malikussaleh. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program, mengingat jarak geografis antara Surabaya dan Aceh.

“Kemitraan dengan lembaga lokal dan alumni menjadi kunci agar monitoring dan evaluasi bisa berjalan efektif setelah pelatihan selesai,” jelasnya.

Selain penguatan ekonomi, tim juga memberikan edukasi mitigasi bencana dan peningkatan kesehatan masyarakat. Materi yang diberikan meliputi pelatihan manajemen usaha, literasi keuangan, hingga bantuan peralatan produksi sesuai kebutuhan warga.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah keberlanjutan. Kami ingin memastikan mereka bisa bangkit, memiliki daya tahan ekonomi, dan lebih siap menghadapi risiko di masa depan,” tambahnya.

Melalui program ini, Unair menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam penanganan bencana dan pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi inklusif, serta penguatan kemitraan.