Info Daerah

“Bak Bubur” Di musim Hujan, Jalan Provinsi Ruas Sanggi-Suoh Belum Tersentuh Pemerintah Provinsi Lampung

×

“Bak Bubur” Di musim Hujan, Jalan Provinsi Ruas Sanggi-Suoh Belum Tersentuh Pemerintah Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini
Oplus_16777216

SINARMERDEKA.CO- Jalan Provinsi yang menghubungkan Sanggi, BNS Kabupaten Tanggamus dengan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Kondisi jalan yang rusak parah dan minim perbaikan ini telah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda, seakan menjadi bukti nyata dari ketidakadilan pembangunan di wilayah tersebut.

Padahal, ruas jalan ini merupakan jalur vital bagi aktivitas dua perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut, yakni PT. Natarang Mining, sebuah perusahaan tambang emas, serta Tanggamus Electric Power (TEP)

Kedua perusahaan ini selama bertahun-tahun telah menghasilkan kontribusi besar secara ekonomi. PT. Natarang Mining diketahui telah mengeruk ratusan ton emas dari kawasan tersebut,

Badan jalan dari sanggi BNS menuju souh Kabupaten Lambar sangat memperihatinkan belum tersentuh perbaikan dari Pemprov Lampung, mobil harus jungkir balik ketika melintasi jalan terdekat menuju Lambar. (sinarmerdeka.co)

sementara PT. TAP menyuplai ratusan megawatt energi listrik dari pembangkit tenaga air yang mereka kelola. Namun, ironisnya, jalan yang menjadi akses utama menuju lokasi pertambangan dan pembangkit listrik tersebut dibiarkan rusak dan tidak layak.

Warga sekitar, yang juga Tokoh Pemuda Herwinsyah mengeluhkan kondisi jalan yang semakin hari kian memburuk. Di musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sementara di musim kemarau, debu tebal menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna jalan.

“Jalan ini adalah nadi ekonomi dan akses masyarakat. Setiap hari dilalui truk-truk besar pengangkut hasil tambang dan logistik perusahaan, tapi dari dulu sampai sekarang jalannya masih seperti ini. Belum pernah diaspal sejak zaman Belanda,” ujar Herwin, Minggu (06/07/2025).

Berbagai pihak telah beberapa kali menyuarakan pentingnya pembangunan infrastruktur di jalur ini, namun hingga kini belum ada tindakan konkret dari pihak Pemerintah Provinsi Lampung. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat dan pemerhati pembangunan wilayah.

Herwin juga berharap agar pemerintah tidak menutup mata terhadap ketimpangan pembangunan infrastruktur di daerah, terlebih pada jalur strategis seperti Sanggi-Suoh yang menyumbang hasil alam dan energi dalam jumlah besar.

“Kami mendesak agar Gubernur Lampung beserta jajarannya turun langsung melihat kondisi lapangan. Jangan sampai hasil bumi dan energi kita diangkut keluar, tapi akses masyarakat dibiarkan rusak. Ini sangat tidak adil,” tegasnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Lampung segera merealisasikan pembangunan atau peningkatan jalan pada ruas Sanggi-Suoh demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.*