Eksbis

Dirut Kopmen BMI : Koperasi Pegang Peran Penting Entaskan Pengangguran Di Kota Tangsel

×

Dirut Kopmen BMI : Koperasi Pegang Peran Penting Entaskan Pengangguran Di Kota Tangsel

Sebarkan artikel ini

 

Kota Tangsel,– Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI Grup yang juga Direktur Utama Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia ( Kopmen BMI)  Radius Usman, berbagi tipsbagaimana koperasi menjadi solusi konkret pengangguran di Kota Tangsel. Hal itu disampaikan Alumni  IPB University itu saat didapuk menjadi narasumber dalam seminar nasional yang dihelat  Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan. Acara ini berlangsung di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM, Serpong BSD,,seminar ini  bertema “Revitalisasi Koperasi Sebagai Solusi Mengatasi Pengangguran.” Seminar ini bertujuan memperkuat peran koperasi dalam pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan serapan tenaga kerja.

Radius Usman
Dirut Kopmen BMI Radius Usman

Koperasi: Solusi Ekonomi Kerakyatan

Dihadiri oleh lebih dari 100 pelaku koperasi, seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan melalui pemberdayaan koperasi. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, Bachtiar Priyambodo, menekankan pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Radius Usman, dalam pemaparannya, menyoroti bahwa globalisasi membawa tantangan sekaligus peluang. Namun, kemajuan koperasi sangat bergantung pada integritas dan solidaritas para anggotanya. “Mustahil koperasi bisa maju tanpa kejujuran dan setia kawan. Peluang emas koperasi ada pada kerja sama yang solid dan konsistensi dalam pengelolaan,” ujar Radius.

 

Model BMI Syariah: Inovasi Koperasi Modern

Radius juga memaparkan bagaimana Koperasi BMI Grup, dengan konsep Model BMI Syariah, telah berhasil menciptakan lapangan kerja dan memberantas kemiskinan. Menurutnya, koperasi harus dikelola secara profesional, mandiri, dan berkarakter untuk membangun peradaban baru di Indonesia.

Lima poin utama yang terus digaungkan Koperasi BMI adalah:

  1. Koperasi itu besar.
  2. Koperasi harus profesional.
  3. Koperasi mandiri, berkarakter, dan bermartabat.
  4. Koperasi untuk pemberdayaan.
  5. Koperasi peduli sosial.

“Kami bukan sekadar simpan pinjamsemata. Koperasi BMI hadir membangun peradaban baru yang berbasis ekonomi kerakyatan,” tegas Radius.

Revitalisasi Koperasi di Era Digital

Narasumber lainnya, Avanti Dyah Purwandari, Pejabat Fungsional Koperasi Pengawas Madya Kementerian Koperasi RI, menyebutkan tiga langkah penting untuk revitalisasi koperasi:

  1. Percepatan digitalisasi koperasi agar mampu bersaing di pasar global.
  2. Rebranding koperasi dengan pendekatan segar untuk menarik minat generasi muda.
  3. Pengelolaan profesional untuk meningkatkan kapasitas SDM koperasi.

Menurut Avanti, profesionalisme adalah kunci agar koperasi dapat dikelola layaknya perusahaan besar.

Kolaborasi sebagai Kunci Kesuksesan

Sementara,  Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Dekopin,Agung Sudjatmoko,  turut memberikan pandangannya. Ia menekankan pentingnya ekosistem koperasi yang inklusif dengan kolaborasi bersama entitas bisnis lainnya. “Koperasi harus menjadi solusi pengurangan pengangguran melalui investasi, kolaborasi, tata kelola yang baik, dan kesadaran bersama untuk menciptakan koperasi yang sehat,” ujarnya.

foto bersama usai Seminar koperasiNasionalDinkop Kota Tangsel

Seminar ini menjadi bukti nyata bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam mengatasi tantangan ekonomi, khususnya pengangguran. Dengan langkah konkret seperti digitalisasi, rebranding, dan pengelolaan profesional, koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. #KoperasiModern #RevitalisasiEkonomi #KoperasiBMI(rilisbmi/ist)