Sinarmerdeka.co, BOGOR — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, PETISI 26 bersama Tim Terapi THZ TERA-P90 dan OlyLife menggelar kegiatan pemeriksaan serta terapi kesehatan gratis di Sekretariat PETISI 26, Padepokan Adhitya Karya Mahatva Yodha, Jalan Nurul Abror No. 68, RT 01 RW 09, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan bakti sosial yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar. Selain warga, kegiatan ini juga diikuti sejumlah jurnalis dan aktivis yang tergabung dalam PETISI 26.
Dalam kegiatan tersebut, tim OlyLife memperkenalkan teknologi terapi berbasis gelombang frekuensi PEMF (Pulsed Electromagnetic Field) dan Terahertz. Perangkat tersebut diperkenalkan sebagai teknologi pendukung kebugaran tubuh yang menurut pihak penyelenggara ditujukan untuk membantu stimulasi dan relaksasi tubuh.
Perwakilan tim OlyLife menjelaskan bahwa perangkat terapi tersebut bekerja dengan memanfaatkan gelombang frekuensi yang diarahkan pada bagian tubuh tertentu. Dalam praktiknya, satu sesi menggunakan alat berukuran kecil berlangsung sekitar 30 menit, sedangkan perangkat berukuran besar sekitar 20 menit. Penggunaan alat juga disesuaikan dengan petunjuk operasional dan pendampingan tim.
Ia menambahkan, perusahaan OlyLife telah menjalankan pemasaran perangkat tersebut selama kurang lebih empat tahun. Menurut keterangannya, produk perusahaan telah dipasarkan di sekitar 160 negara, meskipun pemanfaatannya di Indonesia masih terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Respons Positif dari Peserta Terapi

Salah seorang peserta, Hidayat (56), mengaku merasakan perubahan pada kondisi tubuhnya setelah mengikuti sesi terapi.
Ia mengatakan sebelumnya kerap mengalami pegal-pegal, badan terasa lesu, serta penurunan nafsu makan. Setelah mencoba perangkat terapi tersebut, ia merasakan tubuhnya lebih nyaman dan berkeringat cukup banyak.
“Saya merasa ada perubahan setelah mencoba terapi ini. Sebelumnya badan sering pegal dan terasa lesu. Alhamdulillah, setelah mengikuti terapi, badan terasa lebih nyaman. Terima kasih kepada Ketua Padepokan, Bapak Dian Asmara, dan Ketua PETISI 26 yang telah menyediakan fasilitas sosial bagi masyarakat,” ungkap Hidayat.
Hal senada disampaikan peserta lainnya, Yanto. Ia mengaku sebelumnya merasakan pegal dan nyeri di sejumlah bagian tubuh, terutama kaki dan pinggang.
“Awalnya badan terasa pegal semua. Setelah menjalani terapi, saya merasa lebih ringan dan bagian pinggang yang sebelumnya terasa nyeri mulai terasa lebih nyaman. Keringat juga keluar cukup banyak. Mudah-mudahan manfaatnya bisa terus dirasakan,” tuturnya.
Meski demikian, pengalaman tersebut merupakan kesaksian pribadi peserta dan bukan bukti bahwa perangkat terapi dapat menyembuhkan penyakit tertentu.
PETISI 26 Dorong Kegiatan Sosial Berkelanjutan
Ketua PETISI 26, Riswan Riswanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga sekitar, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara masyarakat, insan pers, aktivis, dan berbagai elemen lainnya.
“Alhamdulillah, hari ini PETISI 26 dapat melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan dan terapi kesehatan gratis. Kegiatan berlangsung sejak siang hingga malam hari karena tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti terapi,” ujar Riswan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim OlyLife, tenaga pendamping, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Kehadiran unsur pemerintahan setempat, termasuk perwakilan RT dan RW, turut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut.
Riswan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui semangat gotong royong dan kebersamaan. Bahkan, PETISI 26 tengah mempertimbangkan untuk memperkenalkan kegiatan sosial tersebut dalam agenda Car Free Day (CFD) pada hari Minggu mendatang.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi salah satu terobosan sosial PETISI 26. Bukan hanya melakukan pengawasan dan menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.
Kesehatan Masyarakat Tetap Menjadi Prioritas
Sementara itu, Ketua Padepokan Adhitya Karya Mahatva Yodha, Dian Asmara, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PETISI 26 berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus diperluas, khususnya dalam menghadirkan program-program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kegiatan pemeriksaan dan terapi gratis ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan alternatif teknologi pendukung kebugaran kepada masyarakat. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk tidak menjadikan terapi tersebut sebagai pengganti pemeriksaan, diagnosis, maupun pengobatan medis yang telah direkomendasikan tenaga kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis.

Sehat Bersama, Hidup Lebih Berkualitas. Semangat inilah yang diharapkan terus menjadi landasan PETISI 26 dalam menjalankan kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bogor.













