BANYUASIN, SINARMERDEKA.CO – Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Banyuasin mendorong pelaku UMKM Desa Kuala Puntian meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Program tersebut menyasar masyarakat Desa Kuala Puntian, Kecamatan Tanjung Lago, melalui koordinasi pengembangan akses Reforma Agraria, Rabu 4 November 2026.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuasin.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai legalitas produk, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta pelabelan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT).
Materi tersebut membantu pelaku UMKM memahami persyaratan legalitas dan standar produk sebelum memperluas pemasaran.
Selain legalitas usaha, Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin memberikan pelatihan pengolahan bahan pangan berbasis hasil perikanan.
Materi ini mendorong masyarakat mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki peluang pasar lebih luas.
Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin, Syarif Hidayat, S.ST., M.Si., memimpin kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menghubungkan kepastian hukum tanah dengan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat.
“Reforma Agraria tidak hanya memberikan kepastian hukum atas tanah, tetapi juga harus membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Syarif.
Melalui pengembangan akses Reforma Agraria, GTRA Kabupaten Banyuasin mendorong masyarakat memanfaatkan potensi ekonomi lokal secara produktif.
Program ini juga membuka peluang pendampingan usaha, peningkatan keterampilan, serta penguatan kapasitas pelaku UMKM.
“Masyarakat perlu memahami bahwa Reforma Agraria tidak berhenti pada pembagian atau legalisasi tanah,” imbuhnya.
Kebijakan ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui akses permodalan, pendampingan usaha, peningkatan keterampilan, dan pengembangan pasar.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan tanah dan potensi daerah sebagai sumber penghidupan berkelanjutan.
“GTRA Kabupaten Banyuasin terus mendorong sinergi lintas sektor untuk memperluas manfaat Reforma Agraria bagi masyarakat,” pungkas terang Syarif Hidayat.













