Sinarmerdeka.co – PT PLN (Persero) bersama Kepolisian Daerah Jawa Tengah memperkuat kesiapsiagaan pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan strategis di wilayah Jawa Tengah.
Langkah ini ditandai melalui implementasi Pedoman Kerja Teknis (PKT) Tahun 2026 yang digelar di Semarang. Kolaborasi dilakukan demi menjamin pasokan energi tetap aman dan andal.
Agenda strategis ini melibatkan jajaran Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Tengah bersama PLN Group. Sinergi terintegrasi tersebut menyasar pengamanan ketat pada sektor hulu hingga hilir kelistrikan.
Objek vital mencakup area pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, distribusi, hingga pusat kendali sistem.
General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Munawwar Furqan, menjelaskan pentingnya langkah preventif ini. Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional bersama di lapangan.
Sistem ketenagalistrikan yang andal menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi daerah.
Menurut Munawwar, listrik kini telah menjelma menjadi kebutuhan primer masyarakat serta motor penggerak pelayanan publik nasional. Dinamika tantangan global menuntut ketahanan energi yang jauh lebih responsif terhadap potensi gangguan keamanan. Oleh sebab itu, penyelarasan prosedur mitigasi risiko darurat menjadi prioritas utama korporasi.
Sementara itu, Direktur Ditpamobvit Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Anuardi, menegaskan komitmen penuh institusinya dalam mengawal regulasi negara.
“Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) merupakan amanat undang-undang yang wajib dijalankan secara konsisten. Polri siap menjamin operasional kelistrikan berjalan lancar tanpa adanya intervensi dari luar,” ujarnya.
Melalui sinergi terpadu ini, PLN dan Polda Jawa Tengah optimistis mampu membangun sistem proteksi yang adaptif. Kolaborasi berkala tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan kawasan industri baru di Jawa Tengah. Ketahanan energi yang kokoh menjadi fondasi penting bagi transformasi ekonomi berkelanjutan.
Aksi bersama ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem ketenagalistrikan yang aman dalam jangka panjang. Dengan sistem pengamanan yang semakin diperketat, keandalan infrastruktur utama kelistrikan dipastikan akan terus meningkat tajam. Kehadiran pusat kendali sistem mempercepat proses deteksi dini kendala operasional.
Pada akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi PKT 2026. Penajaman strategi di lapangan akan disesuaikan dengan dinamika sosial masyarakat sekitar instalasi kelistrikan. Komitmen ini diharapkan memberikan rasa aman bagi dunia usaha dan pelanggan luas.












