Sinarmerdeka.co – PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B DKI Jakarta dan Banten) memperkuat sinergi operasional bersama Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu.
Langkah ini diambil guna menjaga keandalan pasokan kelistrikan di wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Penguatan koordinasi tersebut menjadi strategi penting dalam membangun sistem operasi yang terintegrasi dan responsif.
Kawasan DKI Jakarta dan Banten merupakan pusat pemerintahan, bisnis, serta industri dengan karakteristik beban listrik yang sangat kompleks.
Kondisi dinamis ini menuntut adanya komunikasi intensif antara unit pengatur beban dan unit pembangkitan. Integrasi yang kuat diperlukan agar kontinuitas energi dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menegaskan kompleksitas tantangan kelistrikan masa depan.
“Pertumbuhan kebutuhan energi dan transformasi digital menuntut sistem operasi yang lebih adaptif. Keandalan sistem kelistrikan nasional tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur fisik semata,” ujarnya.
Menurut Munawwar, kemampuan seluruh unit untuk bergerak selaras merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi.
“Sinergi ini juga diarahkan untuk mengantisipasi lonjakan beban pada masa mendatang. Sistem yang tangguh akan menjadi fondasi utama dalam mendukung iklim investasi di wilayah koridor barat Jawa,” ungkapnya.
Manager PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten, Akhmad Duli, menambahkan bahwa kolaborasi erat menjadi faktor penentu keseimbangan beban.
“Sinergi intensif ini terbukti efektif dalam memitigasi potensi gangguan teknis secara lebih cepat dan tepat. Pihaknya terus mendorong penguatan sistem operasi berbasis inovasi teknologi terkini,” ujat Akhmad Duli.
Manajemen PLN juga memanfaatkan pengelolaan data riil untuk meningkatkan efektivitas pengendalian distribusi tenaga listrik di lapangan.
Upaya modernisasi ini dilakukan demi meminimalisir gangguan eksternal maupun internal. Target utamanya adalah mempertahankan mutu pelayanan prima bagi jutaan pelanggan setianya.
Dalam pertemuan tersebut, tim ahli dari Institut Teknologi PLN turut memaparkan kajian teknis strategis. Paparan ilmiah tersebut fokus pada peningkatan keandalan subsistem jaringan transmisi Pelabuhan Ratu, Salak, hingga Cibinong.
Kolaborasi ini mempertemukan pendekatan akademis mutakhir dengan pengalaman operasional nyata para praktisi lapangan.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP JPR, Bowo Pramono, menyambut baik kontribusi ilmiah dari kalangan akademisi tersebut.
Dukungan kajian teknis dinilai mampu menjadi energi utama dalam mengoptimalkan kinerja pembangkitan secara efisien. Komitmen bersama ini menjadi jaminan bagi pasokan listrik sektor industri skala besar.
Melalui kemitraan yang semakin erat, PLN berkomitmen menghadirkan transformasi operasional berkelanjutan demi ketahanan energi nasional.
PLN siap mengawal keandalan listrik di berbagai sektor layanan publik. Ke depan, koordinasi terpadu seperti ini akan terus dipertahankan secara konsisten.












