simer
Berita Terkini

Mengenal Tradisi Doa Rosario Bagi Umat Katolik

×

Mengenal Tradisi Doa Rosario Bagi Umat Katolik

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

SINARMERDEKA.CO-Tentunya banyak orang awam belum tahu apa itu?. Rosario adalah doa yang ditujukan kepada Bunda Maria, dan doa Rosario dibagi dalam 20 peristiwa kehidupan Yesus dan Maria.

Yaitu yang dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu Peristiwa Gembira, Sedih, Mulia, dan Terang.

Pelaksanaan doa tersebut menggunakan sarana manik-manik rosario. Untaian manik-manik ini membantu umat agar tetap fokus saat mendaraskan doa Salam Maria dan Bapa Kami.

Lantas, mengapa orang Katolik memiliki tradisi Doa Rosario? Melansir dari akun Instagram @katolikmedia, berikut penjelasannya.

Penghormatan kepada Bunda Maria

Rosario merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada Bunda Maria. Dalam Doa Rosario, umat mendaraskan Salam Maria berulang kali sembari merenungkan peristiwa penting dalam kehidupan Yesus dan Bunda Maria.

Bagi umat Katolik, Bunda Maria merupakan sosok teladan iman, kesetiaan yang tangguh, serta gambaran penyerahan diri kepada Allah. Itulah sebabnya umat Katolik meneladani hidup Maria dan memohon pengantaraan doa melalui dirinya kepada Allah.

Merenungkan Kehidupan Yesus

Setiap kali berdoa Rosario, umat merenungkan 20 peristiwa penting dalam kehidupan Yesus.

Peristiwa-peristiwa tersebut dibagi menjadi empat kelompok: Peristiwa Gembira, Peristiwa Terang, Peristiwa Sedih, dan Peristiwa Mulia.

Selain sebagai doa, Rosario juga berfungsi sebagai sarana kontemplasi Injil. Paus Yohanes Paulus II menyebut Rosario sebagai “kompendium Injil” karena seluruh kehidupan Kristus tercermin di dalamnya (Rosarium Virginis Mariae, 2002).

Bagian dari Tradisi Gereja

Rosario sudah dipraktikkan dalam Gereja selama berabad-abad. Awalnya, biarawan mendaraskan 150 Mazmur setiap hari.

Namun, karena umat awam sulit membaca Mazmur. Mereka menggunakan manik-manik doa saat mendaraskan doa sederhana seperti

“Bapa Kami” dan “Salam Maria”.

Pada abad ke-13, Santo Dominikus menyebarkan Doa Rosario yang dikenal saat ini, meskipun bentuknya terus berkembang setelah kematiannya.

Pada tahun 1571, Paus Pius V menyerukan umat Katolik mendaraskan Rosario demi memohon pertolongan dalam Pertempuran Lepanto.

Kemenangan dalam pertempuran itu kemudian dikaitkan dengan perantaraan Maria melalui Doa Rosario. Akhirnya, Paus Leo XIII menetapkan Bulan Rosario pada tahun 1883 sebagai devosi utama.

Hal itu menjadikan Rosario sebagai cara utama bagi umat Katolik untuk berdoa. Terutama dalam merenungkan misteri kehidupan Yesus bersama Maria.