simer
Berita Terkini

Inilah Daftar 5 Token Komoditas Pertanian Di Dunia, Salahsatu nya Vege Token, Asli dari Indonesia!

×

Inilah Daftar 5 Token Komoditas Pertanian Di Dunia, Salahsatu nya Vege Token, Asli dari Indonesia!

Sebarkan artikel ini
minyak goreng Vege Token KMP-ADNG
minyak goreng Vege Token KMP-ADNG

Sinar Merdeka  – Teknologi blockchain kini merambah dunia pertanian. Selain sekadar mata uang kripto, sejumlah proyek internasional mulai mentokenisasi komoditas pertanian, dari biji-bijian hingga minyak goreng. Bahkan, salah satunya hadir dari Indonesia. Simak daftar lengkapnya berikut ini.


1. Agrotoken – Argentina

 

Agrotoken menghadirkan token untuk kedelai, jagung, dan gandum dengan simbol SOYA, CORA, dan WHEA. Setiap token mewakili bentuk fisik komoditas. Proyek ini juga bekerja sama dengan Santander untuk memberikan pinjaman kepada petani menggunakan token sebagai jaminan. Indeks harga komoditas token ini dihitung bersama Matba Rofex.

  • Agro token dapat mewakili produk pertanian tertentu seperti beras, jagung, kopi, atau sayuran. Misalnya, satu token bisa setara dengan satu kilogram kopi tertentu yang diproduksi oleh petani.Token ini bisa digunakan oleh investor untuk mendanai proyek pertanian atau petani kecil. Investor membeli token, kemudian mendapatkan imbal hasil dari panen atau penjualan produk pertanian.

2. Cropto – AgriFintech

Cropto men-tokenisasi lebih dari 20 jenis komoditas, termasuk gandum, jagung, barley, hazelnut, zaitun, kapas, kedelai, hingga beras. Contohnya, Cropto Wheat Token (CROW) dan Cropto Corn Token (CROC). Setiap token mewakili 1 kg komoditas fisik yang disimpan di gudang diaudit. Tujuannya: mempermudah investor berinvestasi di sektor pertanian secara digital.

Cropto – AgriFintech adalah konsep atau platform yang menggabungkan teknologi blockchain, cryptocurrency, dan layanan keuangan digital (fintech) untuk sektor pertanian. Tujuannya adalah mempermudah petani, investor, dan pelaku pasar pertanian dalam transaksi, pendanaan, dan perdagangan komoditas secara digital.

3. AgriDex – Swiss / Solana

AgriDex – Swiss / Solana adalah platform decentralized exchange (DEX) khusus untuk komoditas pertanian yang memanfaatkan blockchain Solana, kemungkinan dengan basis hukum atau pengelolaan dari Swiss. Platform ini menggabungkan teknologi blockchain cepat dan murah dengan pasar pertanian digital global. /

4. Farmway – Republik Georgia

Farmway men-tokenisasi 500 hektar kebun almond di Georgia. Model ini berbeda karena mewakili kepemilikan lahan atau kebun, bukan sekadar hasil panen. Investor bisa ikut memiliki sebagian kebun secara digital.Farmway Technologies, perusahaan fintech asal AS, menandatangani kesepakatan senilai US$ 100 juta dengan pemerintah Republik Georgia untuk men-tokenisasi kebun almond di negara tersebut.Mereka akan membuat token yang mewakili kepemilikan parsial pada kebun almond (orchard), sistem irigasi, dan fasilitas pemrosesan almond di Georgia

5. Vege Token – Indonesia

Vege Token adalah token pertanian asli Indonesia, yang ditujukan untuk minyak goreng. Token ini mewakili stok minyak goreng fisik yang dikelola Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG). Distribusi sudah berjalan di Bali, Makassar, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Model ini termasuk pendekatan Real-World Asset (RWA), sehingga bukan hanya janji kripto, tetapi didukung aset nyata.


Tren Tokenisasi Pertanian

Mayoritas proyek tokenisasi berfokus pada biji-bijian, seperti Agrotoken dan Cropto. Sementara itu, tokenisasi “aset tanah / kebun” muncul di proyek seperti Farmway. Vege Token unik karena fokus pada minyak goreng, bukan biji-bijian, dan menunjukkan implementasi nyata RWA di Indonesia.

Distribusi fisik Vege Token membuktikan bahwa teknologi blockchain bisa berkolaborasi dengan pertanian riil. Ke depan, keseimbangan antara produksi pertanian dan aktivitas digital blockchain menjadi kunci keberlanjutan proyek.

minyak goreng Vege Token KMP-ADNG
minyak goreng Vege Token KMP-ADNG

Potensi untuk Petani dan Investor

Tokenisasi pertanian membuka peluang baru bagi petani untuk mendapatkan modal lebih cepat tanpa harus menjual seluruh hasil panen. Investor juga bisa ikut memiliki sebagian komoditas dengan modal kecil, sehingga partisipasi menjadi lebih inklusif dan likuid.

Selain itu, platform token pertanian seperti Vege Token menyediakan jejak digital untuk memastikan transparansi rantai pasok. Ini membantu konsumen dan investor melihat dari mana komoditas berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga.


Tantangan dan Risiko

Meski menjanjikan, tokenisasi pertanian menghadapi risiko besar. Perubahan cuaca, gagal panen, hingga regulasi pemerintah bisa memengaruhi nilai token yang mewakili komoditas. Selain itu, masih banyak proyek yang perlu memastikan audit gudang dan kepemilikan fisik komoditas agar klaim RWA bisa dipercaya.


Masa Depan Tokenisasi Pertanian

Para ahli memperkirakan, dalam 5-10 tahun ke depan, tokenisasi pertanian akan semakin umum di pasar global. Indonesia sendiri berpotensi menjadi pionir tokenisasi komoditas unik seperti minyak goreng dan produk hortikultura lainnya. Dengan dukungan teknologi dan regulasi yang tepat, proyek seperti Vege Token bisa menjadi contoh keberhasilan kolaborasi blockchain dan pertanian nyata.