BALI – Pulau Dewata kembali jadi sorotan dunia. Kali ini bukan soal pariwisata, melainkan inovasi teknologi dan bisnis digital. Ajang Svolution Digital Summit (SDS) 2025, forum AI-commerce terbesar di Asia Tenggara, bakal digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 16–17 September 2025.
Event perdana ini diproyeksikan menghadirkan lebih dari 3.500 pelaku industri digital dari 65 negara. Mulai dari founder startup, investor, hingga pakar pemasaran global dipastikan hadir.
Yang bikin SDS berbeda dengan forum sejenis adalah konsepnya yang praktis dan aplikatif. Panitia menyebut, 86 persen sesi akan berfokus pada praktik langsung, demo live, dan strategi konkret. Peserta bakal dipandu pakar internasional untuk memanfaatkan beragam tools terbaru. Mulai dari agen konten berbasis AI, hingga sales funnel siap pakai yang mampu menciptakan pendapatan otomatis berulang.
Topik inti yang dibahas antara lain:
Membangun sales funnel yang efektif
Strategi traffic dan lead generation
Otomatisasi bisnis digital
Membuat konten digital yang unggul
Daftar pembicara juga tidak main-main. Di antaranya Dan Henry (pakar global sales funnel), Peng Joon (strategi bisnis online), Peter Kell (growth marketing), Rory Flynn (paid traffic), dan Denny Santoso (pakar digital marketing Indonesia).
Selain itu, eksekutif dari Meta dan TikTok juga hadir untuk mengupas peluang pertumbuhan social e-commerce berbasis AI.
Bali Jadi Hub Digital
Andrew Lim, Co-founder SVO.ai, menegaskan pemilihan Bali sebagai tuan rumah sangat tepat. “Bali punya komunitas digital nomad yang besar dan keberagaman internasional. Jadi lokasi yang ideal untuk ajang digital global,” ujarnya. Menurut Andrew, SDS juga ikut mendongkrak pariwisata Bali dengan menghadirkan banyak peserta dan pembicara internasional.
Ia menambahkan, SDS ingin jadi hub pertukaran ilmu Timur dan Barat, sekaligus membuka peluang kolaborasi antar-entrepreneur di bidang digital.
Networking di Atlas Beach Club
Menariknya, hari kedua SDS akan ditutup dengan Svolution International Fiesta di Atlas Beach Club, Bali. Sebuah pesta networking eksklusif yang dikemas mewah, sekaligus jadi ruang santai untuk memperkuat jejaring bisnis global.

Koperasi Indonesia Ikut Bersaing
Kehadiran Ketua Umum Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP ADNG), Assoc. Prof. Adv. Capt. Rizki Adam, Ph.D., menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, inilah momentum di mana koperasi Indonesia mulai masuk ke arus utama transformasi digital.
Rizki menegaskan, SDS 2025 adalah momen penting bagi Indonesia. “Sekarang waktunya bisnis nasional, termasuk koperasi, beradaptasi dengan era AI-commerce. Bukan sekadar ikut tren, tapi membangun kemandirian ekonomi digital yang bisa bersaing global,” tegasnya.
Menurutnya, KMP ADNG berkomitmen menjadikan koperasi sebagai motor penggerak transformasi digital. “Lewat forum internasional seperti SDS, kami ingin buktikan bahwa koperasi Indonesia juga mampu menguasai teknologi dan memanfaatkan AI untuk kesejahteraan anggota. SDS bukan hanya soal ilmu, tapi juga jejaring strategis
dengan pemain global,” tandasnya.












