Stok Beras Sulsel Terjaga, Harga Tetap Stabil
MAKASSAR – Badan Pangan Nasional (NFA) memastikan stok beras di Sulawesi Selatan (Sulsel) berada pada kondisi aman. Ketersediaan ini cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat sekaligus menopang program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menegaskan, stok yang kuat menjadi modal strategis menjaga harga tetap stabil, terutama saat tren kenaikan harga muncul di sejumlah wilayah.
“Dengan stok memadai, kami punya ruang intervensi pasar. Beras SPHP akan disalurkan di titik yang mengalami kenaikan harga agar masyarakat tidak terbebani,” ujarnya saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Komisi IV DPR RI, Senin (11/8/2025).
Data Stok Beras Sulsel dan Nasional
Per 11 Agustus 2025, stok beras di Kanwil Bulog Sulselbar mencapai 508,8 ribu ton, termasuk 28,85 ribu ton di Gudang Panaikang I dan II. Secara nasional, stok beras Bulog berada di angka 3,94 juta ton. Realisasi serap gabah/beras sudah 2,80 juta ton setara beras atau 93,63 persen dari target 3 juta ton.
Distribusi dilakukan berbasis data lapangan. Pemantauan harga dilakukan setiap hari sehingga intervensi bisa tepat sasaran. “Kolaborasi Bulog, pemerintah daerah, dan media sangat penting,” tegas Arief.
Bantuan Pangan Tersalur 100 Persen di Sulselbar
Selain menjaga stok, NFA memastikan bantuan pangan beras tersalurkan tepat waktu. Secara nasional, realisasi bantuan per 11 Agustus mencapai 325,74 ribu ton atau 89,11 persen dari target 365,41 ribu ton. Di Sulselbar, penyaluran sudah 13,81 ribu ton atau 100 persen dari target, termasuk 1,71 ribu ton dari Gudang Panaikang.
Untuk program SPHP Juli–Desember 2025, realisasi nasional mencapai 16,74 ribu ton, dengan kontribusi Sulselbar sebesar 2,21 ribu ton.
Teknologi Tingkatkan Kualitas Beras
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi mengapresiasi kesiapan stok beras di Sulsel. Ia menyoroti penggunaan rice-to-rice machine yang mampu meningkatkan kualitas beras menjadi premium.
“Mesin ini bisa mengubah beras yang masih bercampur batu atau gabah menjadi beras premium. Teknologi ini sebaiknya juga dimiliki koperasi di daerah,” kata Titiek.
Harga Beras di Sulsel Masih Terkendali
Berdasarkan Panel Harga Pangan per 10 Agustus 2025, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) nasional di tingkat petani adalah Rp 6.879/kg, sedangkan di Sulsel Rp 6.658/kg. Harga beras di Sulsel masih terkendali meski ada kenaikan di beberapa pasar.
Dengan stok kuat, serapan optimal, dan intervensi cepat, NFA optimistis menjaga kestabilan harga beras di Sulsel dan wilayah lain hingga akhir tahun.












