Cuaca Ekstrim diperkirakan enam Kecamatan di Tanggamus terendam banjir (sinarmerdeka.co)
SINARMERDEKA.CO-Curah hujan berdurasi cukup lama dengan intensitas tinggi menyebabkan terendamnya belasan titik wilayah dari 6 kecamatan di Kabupaten Tanggamus.
Belasan pekon terendam banjir dengan ketinggian rata-rata 1 meter masuk ke wilayah hunian penduduk yang berada di dataran rendah yang diakibatkan dari meluapnya air sungai karena tidak dapat menampung debit air bahkan di beberapa titik lokasi dilaporkan tanggul bantaran sungai tersebut jebol.
Plh Bidang Kedaruratan BPBD Tanggamus Adi Nugroho menyampaikan, hingga siang hari pihaknya masih melakukan pendataan dan evakuasi warga yang terkena banjir.
“Ada 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Tanggamus yang terkena banjir, yaitu Kecamatan Semaka, Bandar Negeri Semuong (BNS), Wonosobo, Kota Agung Barat dan Kelumbayan,” kata Adi Nugroho, Selasa (29/7/2025).
Adi Nugroho mengungkapkan, beberapa tindakan atau langkah yang sudah diambil oleh BPBD Tanggamus dan Pemerintah Daerah diantara telah melakukan evakuasi warga, mendirikan posko bantuan dan dapur umum.
“Saat ini BPBD belum menurunkan alat berat karena masih melakukan assessment di semua titik lokasi banjir, disamping itu air juga belum surut. Dari pendataan hingga saat ini akibat banjir tersebut tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.
Sementara berdasarkan keterangan Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, S.H., banjir terjadi sejak pukul 04.30 WIB dan hingga pukul 07.30 WIB curah hujan masih terus turun dengan intensitas cukup tinggi.
“Hal lainya, air dari sungai serta saluran drainase meluap ke pemukiman warga. Air mulai meluap sejak dini hari, khususnya di pekon-pekon yang berdekatan dengan aliran sungai,” kata Iptu Tjasudin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.
Iptu Tjasudin menjelaskan, kondisi banjir diperparah oleh sistem resapan air dan drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Warga juga diminta untuk tetap waspada mengingat potensi banjir susulan masih mungkin terjadi jika hujan terus berlanjut.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan para kepala pekon dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi
serta mengantisipasi dampak yang lebih luas. Hingga saat ini petugas gabungan TNI-Polri, BPBD dan aparatur pekon masih bersiaga membantu warga, termasuk memantau titik-titik kritis aliran air,” pungkasnya.












