,Depok – Tasyakuran dan doa bersama adalah acara syukuran yang tradisinya diselenggarakan untuk mengungkapkan rasa syukur hamba Allah kepada Penciptanya Allah SWT atas suatu nikmat atau pencapaian.
Ketua RT 01 RW 17 Bapak Eli Mulyadi dalam sambutannya menyampaikan “Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di acara tasyakuran ini dalam keadaan sehat wal afiat,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, rangkaian acara dengan yasinan, doa ahli kubur dan tausiyah. Tasyakuran menjadi ajang tatap muka berkumpul bersama warga sekitar dan menjaga serta mempererat tali silaturahim.
“Kami sekeluarga menyelenggarakan acara ini sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan adik saya dan istri H Setiyo meraih gelar doktor ilmu keperawatan, anak-anak diterima di PTN dan sekolah SMA Negeri serta bentuk syukur lainnya agar kami senantiasa diberikan keberkahan dan perlindungan oleh Allah SWT,” tutup Eli Mulyadi.
Dalam kesempatan tasyakuran tersebut, H Setiyo menyampaikan, “Alhamdulillah menjadi momentum disyiarkannya Rumah Berdaya diatas rumah kayu dan mezanin seluas 120 m2 sebagai wadah pemberdayaan masyarakat,” paparnya.
Pemberdayaan tersebut dalam bentuk pelatihan ketrampilan, skill dan keahlian yang dibutuhkan warga masyarakat sehingga bermanfaat bagi lingkungan sekitar, lanjutnya.
“Tasyakuran menjadi momentum Ibu DR Ns Happy Hayati sebagai konselor ASI dan tumbuh kembang anak mewujudkan pengabdian kepada lingkungan khususnya ibu-ibu PKK, keluarga muda dan nakes relawan kesehatan untuk siap mendampingi dan melayani kegiatan, ” pungkas H Setiyo menutup sambutannya.

Ustadz Mulyadi, S.Ag., dari Sidamukti dan sekaligus guru agama dalam tausiyahnya menyampaikan nikmat bersyukur adalah salah satu bentuk nikmat paling agung yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya.
“Bersyukur bukan hanya kewajiban, tapi juga membawa banyak manfaat—baik untuk jiwa, kehidupan, maupun keberkahan dari Allah,” ungkapnya.
Syukur berarti pujian terhadap kebaikan, mengakui nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dengan hati, lisan, dan perbuatan. Allah berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7)
“Insyaallah dengan bersyukur, hati menjadi tenang dan lapang, terhindar dari kufur nikmat dan dibukakan jalan keluar dari kesulitan,” tutup Ustadz Mulyadi asli putra daerah di kampungnya.
“Momentum hijrah ini membawa dampak kebaikan lebih luas dan semua tergerak berkontribusi dalam amal-amal produktif sebagai bentuk kesalehan sosial,” harapan Ustadz Mulyadi sekaligus menutup tausiyah.
Turut hadir dalam kegiatan tasyakuran, Bapak RW 17 dan para RT, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dari Katar, LSM dan para pengurus DKM Jami’ Asy-Syahid.












