SINAR MERDEKA ,Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi meluncurkan program Depok Heritage melalui acara soft launching yang digelar di Kantor Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), Kecamatan Pancoran Mas, pada Rabu (16/4).
Acara ini menandai dimulainya penataan kawasan bersejarah Depok Lama, khususnya pada jalur yang membentang dari Jembatan Panus hingga Stasiun Depok Lama. Program ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Jawa Barat.
Soft launching tersebut turut dihadiri Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Marc Gerritsen, serta Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah. Hadir pula perwakilan warga keturunan Kaoem Depok yang dikenal sebagai keturunan pendiri Depok.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Depok juga memberikan insentif berupa pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk bangunan cagar budaya.

Insentif ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota kepada salah satu pemilik bangunan cagar budaya sebagai bentuk apresiasi atas peran masyarakat dalam menjaga warisan sejarah.
Dengan hadirnya program Depok Heritage, Pemkot berharap semangat pelestarian sejarah dan budaya dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat identitas kota Depok sebagai kota yang berakar kuat pada sejarahnya.












