EksbisSelebritas

5 Nominasi ‘Film Indonesia,’ membius Jutaan Pengemar, Nomor 1 Genre Horor dan Komedi

×

5 Nominasi ‘Film Indonesia,’ membius Jutaan Pengemar, Nomor 1 Genre Horor dan Komedi

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

SINARMERDEKA.CO-Industri perfilman Indonesia masih bergairah hal itu dalam sepanjang perjalanan tahun 2025,

tentunya industri film Indonesia mewarnai layar lebar. Sejumlah karya fenomenal berhasil menembus angka jutaan penonton dalam waktu singkat.

Mulai dari genre horor, drama, hingga komedi turun meramaikan bioskop Indonesia. Tentu ini menjadi bukti kebangkitan kualitas film lokal yang berhasil menarik jutaan penonton.

Fenomena ini membuktikan jika kualitas sineas nasional semakin meningkat serta mampu bersaing dengan film luar. Berikut film bioskop Indonesia terpopuler sepanjang 2025:

1. Pabrik Gula

MD Pictures saat itu merilis film horor Pabrik Gula yang tayang di bioskop seluruh Indonesia Lebaran 2025 lalu. Film ini merupakan kerja sama antara IMAX dan MD Pictures.

Kerja sama IMAX dan MD Pictures sendiri mengulang kesuksesan pada tahun 2022, dengan film ‘KKN di Desa Penari’. Saat itu film tersebut sukses memecahkan rekor di Indonesia.

Pabrik Gula merupakan film yang disutradarai Awi Suryadi. Dan dibintangi oleh para bintang ternama dan berbakat.

Pabrik Gula adalah film yang diadaptasi dari sebuah thread. Film horor ini mengisahkan sekelompok buruh musiman yang bekerja di sebuah Pabrik Gula.

Mereka melakukan hal itu demi membantu proses penggilingan tebu selama musim panen. Setiap tahunnya, pabrik gula mempekerjakan orang-orang desa sekitar untuk mempercepat proses penggilingan tebu di musim panen.

Mulanya mereka menjalani rutinitas tanpa kendala atau keanehan. Hingga pada suatu malam, salah satu dari mereka terbangun dan keluar dari mes tempatnya menginap untuk membuntuti sosok misterius.

Sejak kejadian malam itu, suasana berubah mencekam. Para buruh bahkan mulai mengalami teror yang kian menghantui. Buruh terdiri dari Endah (Ersya Aurelia), Fadhil (Arbani Yasiz), Dwi (Moch. Arif Alfiansyah), Hendra (Bukie B. Mansyur), adapula Wati (Wavi Zihan).

Ada juga Ningsih (Erika Carlina) dan Franky (Benidictus Siregar). Mereka berangkat ke sebuah pabrik gula untuk menjadi buruh musiman.

Mulanya mereka menjalani rutinitas tanpa kendala atau keanehan. Hingga pada suatu malam, Endah terbangun dan keluar dari tempatnya menginap untuk membuntuti sosok misterius.

Sejak kejadian malam itu, suasana berubah mencekam. Para buruh bahkan mulai mengalami teror yang kian menghantui.

Tentunya mulai dari kecelakaan kerja yang menimpa salah satu dari mereka. Hingga terbunuhnya seorang buruh secara mengenaskan di sumur belakang pabrik.

Rahasia kelam pun satu per satu terungkap tentang pabrik tersebut. Film ‘Pabrik Gula’ berhasil mendapatkan 4,7 juta penonton.

Film ‘Pabrik Gula’ berhasil menembus 1 juta penonton dalam 4 hari saat awal tayang. Selanjutnya bertambah 2 juta penonton saat Lebaran.

2. Jumbo

Film animasi Jumbo turut meramaikan layar lebar Indonesia sebagai karya orisinal anak bangsa. Ini merupakan film animasi panjang pertama yang dirilis oleh Visinema Studio.

Film animasi Jumbo karya Visinema Animation disutradarai Ryan Adriandhy dan rilis pada 31 Maret 2025 silam. Film musikal petualangan ini ditayangkan saat libur Lebaran, bertepatan dengan Idulfitri 1446 H.

Film ini mengisahkan perjalanan Don dalam menemukan jati diri dan arti keluarga. Don adalah anak pemalu bertubuh besar yang kerap diremehkan oleh teman-temannya dan merasa minder.

Untuk membuktikan dirinya, Don ikut pertunjukan bakat dengan menampilkan sandiwara dari buku peninggalan orang tuanya. Don putus asa setelah Atta mencuri buku ceritanya, tetapi ia bertemu Meri, peri kecil misterius.

Meri lalu meminta bantuan Don untuk menemukan orang tuanya yang hilang. Pertemuan dengan Meri membawa Don pada petualangan seru yang penuh kejutan dan makna mendalam.

Petualangan itu mengubah pandangan Don tentang dirinya dan memperkuat persahabatan mereka. Film ini mencetak rekor sebagai film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan total penonton lebih dari 10,2 juta orang.

Pencapaian Jumbo tidak berakhir disitu, mereka mencatat goals lain. Yakni karya produksi Visinema Studios tersebut juga mendapat hak distribusi internasional di 40 negara di seluruh dunia.

Visinema mengumumkan penayangan internasional Jumbo menjangkau berbagai kawasan. Di antaranya Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga Rusia.

3. Komang

Film Komang adalah film yang diangkat dari kisah nyata perjuangan cinta penyanyi Raim Laode. Lagu tersebut bercerita tentang dirinya dalam mendapatkan hati sang istri, Komang Adi Widiandari.

Cerita ini sebelumnya dijadikan sebuah lagu pada 17 Agustus 2022 silam.  Film ini diproduksi oleh Starvision dan mengisahkan tentang perjalanan karier dan cinta Raim Laode yang saling berkaitan.

Dia mewujudkan segala impiannya untuk membuktikan cintanya kepada sang istri. Film ini disutradarai oleh Naya Anindita, bercerita tentang seorang pemuda asal Buton bernama Ode (Keisha Alvaro).

Ode jatuh cinta dengan Ade (Aurora Ribero) seorang perantau dari Bali. Mereka bertemu di tanah Sulawesi Tenggara dan saling menjalin cinta.

Mulanya, hubungan mereka berjalan dengan mulus dan baik-baik saja, bahkan tampak indah serasa dunia milik berdua. Tetapi seiring berjalannya waktu, tantangan yang sangat besar menjadi penghambat cinta mereka.

Selain terhalang persoalan perbedaan agama, Ode dan Ade juga terhambat dengan status sosial. Kehadiran pria lain yang seiman dengan Ade tak lantas membuat Ode gentar.

Dia tetap bertekad kuat untuk membuktikan rasa cintanya. Mereka pun percaya bahwa nantinya takdir akan mempersatukan keduanya.

Film yang tayang pada 31 Maret 2025 lalu ini meraih lebih dari 3 juta penonton. Tentu ini menjadikan salah satu film sukses yang tayang di libur Lebaran.

4. SORE: Istri dari Masa Depan

Sutradara Yandy Laurens merilis film terbaru berjudul Sore: Istri dari Masa Depan yang tayang di bioskop sejak 10 Juli 2025. Film ini diadaptasi dari serial YouTube dengan judul sama yang tayang pada 2017.

Sore dibintangi Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha. Film ini menjadi proyek reuni mereka bersama Yandy setelah Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023).

Ceritanya mengangkat kisah drama romantis dengan elemen fiksi ilmiah. Sore, tokoh utama yang datang dari masa depan, menemui Jonathan, pria lajang yang kelak menjadi suaminya.

Sore datang ke Kroasia dengan tujuan mengubah takdir Jonathan. Sore ingin menyelamatkan sang suami dari penyakit serius akibat gaya hidup buruk di masa muda.

Jonathan awalnya menolak kehadiran Sore karena menganggapnya sebagai orang asing yang aneh. Namun, Sore tahu banyak hal pribadi tentang dirinya, termasuk masa lalu, yang membuat Jonathan mulai percaya.

Jonathan pun perlahan mengikuti permintaan Sore untuk memperbaiki gaya hidupnya. Masalah muncul ketika Sore mengungkap takdir kelam Jonathan di masa depan.

Hubungan mereka menjadi rumit karena masa lalu, kini, dan depan saling bertabrakan. Film ini juga dibintangi oleh Mathias Muchus dan Maya Hasan sebagai pemeran pendukung.

Film Sore: Istri dari Masa Depan berhasil meraih lebih dari 3 juta penonton di bioskop, menjadikannya salah satu film Indonesia terlaris tahun 2025. Tepatnya mencapai 3,1 juta penonton dan masuk Top 5 film terlaris tahun tersebut.

Capaian ini diraih setelah penayangan sekitar 36 hari dan menegaskan kesuksesan film arahan Yandy Laurens ini di pasaran. Awal Penayangan mencapai 1 juta penonton dalam 9 hari, dan 1,7 juta penonton dalam 14 hari.

5. Agak Laen: Menyala Pantiku!

Film ‘Agak Laen 2: Menyala Pantiku!’ kini resmi mewarnai bioskop Indonesia 27 November 2025. Film ini membawa komedi fresh empat sahabat ikonik yang kini berprofesi sebagai detektif.

Film ini menjadi lanjutan dari kesuksesan ‘Agak Laen’ yang mencatat lebih dari sembilan juta penonton pada 2024. Kembali dibintangi Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga siap kembali mengocok perut dengan tawa.

Disutradarai lagi oleh Muhadkly Acho dan diproduksi oleh Ernest Prakasa serta Dipa Andika. Gaya komedinya terinspirasi film Warkop DKI, dengan humor ringan dan situasi absurd.

Cerita beralih dari rumah hantu menuju panti jompo misterius bernama Panti Asuhan Menyala yang menyimpan rahasia. Keempat detektif itu harus memburu buronan kasus pembunuhan anak wali kota yang bersembunyi di panti jompo.

Untuk menyelesaikan misi, mereka menyamar sebagai perawat panti, memicu berbagai kejadian lucu dan menegangkan. Di tengah pencarian buronan, para detektif menghadapi dinamika unik kehidupan para lansia di panti.

Namun, seperti biasa, misi mereka berakhir dengan penuh kekacauan, menghadirkan kejadian lucu bercampur misteri. Perpaduan komedi, kejutan, dan pesan moral menjadi daya tarik utama film ini.

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! mencatatkan capaian penonton tinggi dengan menembus angka 8.467.991 penonton dalam 24 hari penayangan. Data tersebut disampaikan rumah produksi melalui unggahan akun Instagram resmi imajinari.id.

Hingga saat ini, Agak Laen: Menyala Pantiku! masih tayang di sejumlah bioskop. Apakah Agak Laen: Menyala Pantiku! akan menyalib film Jumbo?