SINAR MERDEKA ,Depok – Pemerintah Kota Depok menetapkan Markas Batalyon Perhubungan (Yonhub) TNI AD di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, sebagai lokasi pembinaan bagi anak-anak yang masuk kategori bermasalah atau “nakal”.
Wali Kota Depok, H. Supian Suri, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan telah dibahas bersama Pemerintah Kota Depok. Tujuannya adalah memberi solusi bagi anak-anak yang sudah tidak bisa lagi ditangani oleh orang tuanya.
Anak-anak akan dididik dengan pendekatan semi-militer di lingkungan Yonhub, guna membentuk kedisiplinan dan karakter yang lebih positif. “Di sana nantinya anak-anak akan dididik ala militer, khusus untuk pelajar yang dianggap nakal,” ujar Supian Suri.

Pembinaan akan dilakukan di Markas Yonhub TNI AD yang berlokasi di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok. Lokasi ini dinilai representatif dan sudah disiapkan untuk menampung sekitar 60 anak.
Supian Suri menyatakan bahwa program ini akan dipercepat pelaksanaannya. “Kami ingin segera merealisasikan program ini agar permasalahan anak-anak nakal bisa segera ditangani dengan serius,” katanya usai memberikan keterangan kepada awak media
Menurut Supian, fenomena kenakalan remaja di Depok sudah semakin mengkhawatirkan. Bahkan, aksi tawuran kini mulai melibatkan siswa sekolah dasar, seperti yang terjadi di Kelurahan Cilangkap beberapa waktu lalu. “Ini yang membuat kami khawatir, tawuran sudah menjalar ke anak-anak SD,” ujarnya.

Pihak Yonhub Jatijajar, melalui perwakilannya Pak Adam, sudah menyatakan kesiapan untuk mendukung program ini. “Tadi Pak Adam dari Yonhub menyampaikan kesediaannya. Kami semua ingin anak-anak Depok memiliki masa depan yang cerah,” kata Supian menutup pernyataannya.












