SINAR MERDEKA ,Tradisi Cucurak digelar di rumah Abah Nimang, yang berlokasi di RT 03/RW 07, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.sabtu 15/02/2025 20:30 WIB sampai selesai
Menjelang bulan suci Ramadhan, saat masyarakat bersiap menyambut bulan penuh berkah.
Tradisi ini diikuti oleh warga sekitar, termasuk pengusaha ikan gurame, Bapak Hendrik, serta keluarga dan kerabat lainnya.
Cucurak adalah tradisi khas masyarakat Bogor dan Jawa Barat pada umumnya untuk menyambut Ramadhan dengan makan bersama.
Tradisi ini menjadi momen spesial bagi keluarga dan kerabat untuk berkumpul, mempererat tali silaturahmi, serta berbagi kebahagiaan sebelum memasuki bulan puasa.
Selain sebagai bentuk syukur, Cucurak juga menjadi ajang kebersamaan sebelum memasuki bulan penuh ibadah.
Masyarakat meyakini bahwa kebersamaan ini akan membawa keberkahan dan mempererat hubungan antaranggota keluarga serta tetangga.
Dalam tradisi Cucurak, warga biasanya berkumpul dan menggelar makan bersama dengan menu khas Sunda.
Tak hanya sekadar makan, acara ini juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar Ramadhan tahun ini membawa berkah bagi semua.
Menurut Bapak Hendrik, yang ditemui di kediamannya, tradisi Cucurak masih terus dilestarikan karena memiliki makna mendalam.
“Ini bukan sekadar makan bersama, tapi juga memperkuat ikatan keluarga dan persaudaraan di masyarakat,” ujarnya.
Tradisi seperti Cucurak inilah yang membuat Ramadhan terasa semakin spesial, tidak hanya sebagai bulan ibadah tetapi juga sebagai momen kebersamaan yang hangat di tengah keluarga dan masyarakat.












