Berita TerkiniInfo Daerah

Reses DPRD Depok di Pancoran Mas, Imam Musanto Serap Aspirasi Warga dan Soroti Persoalan UHC hingga BPJS

×

Reses DPRD Depok di Pancoran Mas, Imam Musanto Serap Aspirasi Warga dan Soroti Persoalan UHC hingga BPJS

Sebarkan artikel ini
Imam Musanto menggelar kegiatan reses masa sidang II Tahun 2026 di Kelurahan Pancoran Mas, Kamis (7/5/2026).

Sinarmerdeka.co, Imam Musanto menggelar kegiatan reses masa sidang II Tahun 2026 di, Kelurahan Pancoran Mas, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyerap berbagai aspirasi, saran, dan keluhan masyarakat secara langsung.

Dalam kegiatan reses yang dihadiri warga setempat itu, Imam Musanto yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Depok menyoroti sejumlah persoalan pelayanan kesehatan, terutama terkait Universal Health Coverage (UHC) dan BPJS yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Menurut Imam, kebijakan UHC yang sebelumnya memudahkan masyarakat berobat hanya menggunakan KTP kini sudah tidak lagi berjalan maksimal sejak Februari 2026. Kondisi tersebut membuat banyak warga kebingungan ketika hendak mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit.

“Dulu masyarakat bisa masuk rumah sakit cukup menggunakan KTP melalui program UHC. Masuk gratis, pulang juga gratis. Tapi sekarang masyarakat mengeluhkan saat keluar rumah sakit justru harus membayar,” ujar Imam di hadapan warga.

Ia menjelaskan, banyak persoalan muncul akibat status data masyarakat dalam sistem desil kesejahteraan. Beberapa warga, kata dia, tidak lagi masuk kategori penerima bantuan karena tercatat memiliki pekerjaan formal meski sebenarnya sudah tidak bekerja.

“Ada warga yang hanya bekerja beberapa hari, lalu resign, tetapi di data masih tercatat sebagai karyawan. Akibatnya desilnya naik dan bantuan kesehatan tidak bisa didapat,” jelasnya.

Selain itu, Imam juga mengingatkan warga agar berhati-hati dalam menggunakan identitas pribadi, khususnya KTP. Ia menilai banyak persoalan administrasi dan pinjaman online bermula dari penyalahgunaan data pribadi.

“Jangan pernah sembarangan memberikan KTP kepada siapa pun. Sekarang cukup difoto, data bisa disalahgunakan untuk pinjaman online dan tagihannya justru datang ke pemilik KTP,” tegasnya.

Dalam reses tersebut, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pelayanan publik dan kebutuhan sosial di lingkungan mereka. Seluruh masukan yang diterima, kata Imam, akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Depok agar kebijakan pemerintah lebih berpihak kepada masyarakat kecil.

Kegiatan reses ini merupakan bagian dari agenda resmi anggota DPRD Kota Depok di daerah pemilihan Kecamatan Pancoran Mas guna memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.