MAMUJU — Car Free Day (CFD) di Arteri Pantai Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (30/11), mendadak berubah menjadi pusat edukasi ekonomi digital. Ribuan warga yang berolahraga pagi disambut gelaran talk show Koperasi Multi Pihak Aset Digital Nusantara Garuda (KMP-ADNG).
Suasana makin pecah ketika masyarakat berkerumun di sekitar panggung untuk memahami cara kerja Vege Token, aset digital berbasis produk lokal yang tengah diperkenalkan ke publik Mamuju.
Sejak pukul 06.00 WITA, alur CFD yang biasanya lengang dibanjiri peserta, tepuk tangan, hingga sesi interaktif yang penuh gelak tawa dan antusiasme.

Tidak hanya mengenalkan Vege Token, KMP-ADNG juga memaparkan konsep koperasi multipihak sebagai solusi ekonomi baru bagi UMKM. Stand konsultasi UMKM diserbu warga yang ingin mengetahui peluang usaha dan cara memanfaatkan aset digital untuk meningkatkan omzet.
Anak muda, pedagang, hingga ibu-ibu yang baru selesai senam zumba ikut memadati area talk show. “Rasanya seperti festival teknologi,” ujar salah satu warga yang ikut mencoba demo aplikasi Vege Token di booth edukasi.
Acara yang juga menampilkan produk lokal seperti Minyak Goreng Vege Token ini menjadi momentum penting bagi KMP-ADNG untuk mengajak masyarakat memahami ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Kolaborasi antara koperasi, pemerintah daerah, UMKM, dan warga benar-benar terasa hidup pada pagi yang cerah itu. Musik, edukasi, dan suasana pantai membuat CFD kali ini terasa berbeda—lebih meriah, lebih inspiratif, dan penuh energi positif.
Dalam sambutannya Kadis Koperasi & UMKM Kab. Mamuju Hj. Sahari Bulan S.H. mengapresiasi langkah KMP-ADNG yang membawa edukasi ekonomi digital langsung ke ruang publik. Ia menilai sistem koperasi multipihak sangat cocok untuk UMKM Mamuju yang saat ini tengah mengejar efisiensi dan perluasan pasar. “Inovasi seperti Vege Token membuat UMKM tidak lagi tertinggal. Masyarakat bisa belajar langsung sambil menikmati CFD, ini luar biasa,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan sosial-edukatif ini harus terus berlanjut. Dengan pendekatan yang santai seperti CFD, masyarakat lebih cepat memahami konsep baru. Menurutnya, KMP-ADNG berhasil menjangkau segmen yang selama ini sulit disentuh, seperti ibu rumah tangga dan remaja yang belum akrab dengan teknologi digital.
Lebih jauh, ia memastikan bahwa dinasnya siap membuka ruang kolaborasi jangka panjang. “Digitalisasi bukan masa depan lagi, tetapi kebutuhan hari ini,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kab. Mamuju Abdul Sahid Pattoeng S.Pd, ia menyebut Vege Token sebagai pintu masuk transformasi perdagangan daerah. Menurutnya, CFD adalah ruang yang sangat tepat untuk memberikan edukasi karena warga datang dengan pikiran segar dan terbuka.
“Hari ini masyarakat Mamuju tidak hanya olahraga, tetapi dapat ilmu penting tentang aset digital,” ujarnya.
Ia mengapresiasi keberanian KMP-ADNG memperkenalkan model usaha baru di tengah masyarakat. Edukasi yang diberikan, menurutnya, sangat mudah dipahami dan membuat warga percaya diri untuk mencoba hal-hal baru. “Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus kaku, bisa dikemas menarik seperti ini.”
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh transformasi ini agar UMKM Mamuju mampu menembus pasar digital secara lebih luas.
—
**3. Ibu Hj.
(Pembina KMP ADNG Sulbar Sukawati Baharuddin& CEO PT Garden Nur Sukatirana
menilai antusiasme warga Mamuju adalah bukti bahwa masyarakat siap menerima inovasi. Ia menjelaskan bahwa Vege Token bukan hanya teknologi, tetapi sistem ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi petani, distributor, dan UMKM. “Inilah masa depan ekonomi daerah: digital tapi tetap berbasis produk lokal,” ungkapnya.
Ia memuji cara KMP-ADNG mengemas edukasi: ringan, menyenangkan, dan langsung praktik. Banyak warga yang bertanya soal mekanisme token, peluang usaha, hingga cara menjadi anggota koperasi multipihak. “Sambutan masyarakat hari ini sangat luar biasa, ini langkah awal yang besar.”
Ia berharap Vege Token dapat menjadi ikon gerakan ekonomi digital Sulawesi Barat dan memperkuat jejaring produksi lokal.
—
**Apresiasi juga datang dari Ketua Pengurus KMP-ADNG Assoc. Prof. Capt. Rizki Adam**
Praktisi Blockchain Indonesia inimenyampaikan terima kasih kepada warga Mamuju yang memadati acara sejak pagi. Menurutnya, gelaran CFD ini adalah bukti bahwa masyarakat siap bergerak bersama menuju ekosistem ekonomi digital berbasis kolaborasi. “Mamuju sangat progresif. Warganya cepat tanggap dan penuh semangat,” ujarnya.
Capt. Rizki juga memuji dukungan pemerintah daerah, para narasumber, dan UMKM yang ikut meramaikan CFD. Ia menegaskan bahwa misi KMP-ADNG adalah menghadirkan model ekonomi inklusif yang menguntungkan seluruh pihak, bukan hanya pelaku besar. “Vege Token adalah inovasi bangsa, untuk rakyat. Dan hari ini masyarakat Mamuju menyambutnya dengan hangat.”
Ia berharap edukasi publik seperti CFD menjadi agenda rutin agar literasi digital masyarakat meningkat dan koperasi multipihak dapat berkembang lebih cepat. “Koperasi harus hadir langsung di tengah masyarakat, dekat, informatif, dan bermanfaat,” tegasnya.













